SCOT MARCIEL,
Keluarga dan Integritas yang Paling Utama
Senin, 13 Februari 2012 | 12:18
Ada dua hal yang kerap bertabrakan dan tidak bisa berjalan beriringan, yaitu karier dan kehidupan pribadi. Tak sedikit orang sukses berkarier, tapi gagal membangun keluarga atau menjalani kehidupan pribadinya. Begitu pula sebaliknya. Bagaimana agar kedua hal itu bisa berjalan harmonis? Filosofi Scot Marciel mungkin bisa dijadikan pegangan.
Scot Marciel selalu memegang teguh dua hal dalam hidupnya, yaitu keluarga dan integritas. Dalam soal keluarga, ia akan berupaya meluangkan waktu bagi istri dan anak-anaknya, dalam kondisi sesibuk apapun. Sedangkan dalam soal integritas, ia akan selalu berusaha melakukan hal yang benar, bekerja keras, dan memberikan kontribusi positif sekecil apapun bagi dunia.
Berkat filosofi itulah Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia ini sukses menjalani karier maupun kehidupan pribadinya. “Saya beruntung memiliki karier yang bagus dan keluarga yang harmonis,” tutur Scot Marciel kepada wartawati Investor Daily Ratna Wahyuningsih dan Ovi Oktaviani serta pewarta foto Tino Oktaviano di Jakarta, baru-baru ini.
Yang pasti, tugas dan tanggung jawab yang diemban ayah dua putri ini tidaklah enteng. Maklum, Indonesia dan AS memiliki banyak perbedaan, terutama di bidang budaya, politik, sosial, dan ekonomi. Padahal, salah satu tugas utamanya sebagai dubes adalah bagaimana membantu menjembatani perbedaan-perbedaan itu, hingga tercipta pemahaman yang positif di antara kedua negara.
Ini dipahami betul oleh Scot Marciel yang menjabat sebagai Dubes AS untuk Indonesia sejak 10 Agustus 2010. Justru karena itulah ia merasa tertantang. “Tantangan terbesar bertugas di Indonesia adalah bagaimana saya dapat membantu lebih banyak lagi orang-orang AS memahami tentang Indonesia dan sebaliknya, serta bagaimana membatasi ketidakmengertian satu dengan yang lainnya,” ujar suami Mae Marciel itu.
Apa obsesi Scot Marciel? Apa visi dan format kerja sama RI-AS ke depan? Bagaimana pandangannya tentang Indonesia? Bagaimana pula ia menjaga kualitas hubungan dengan keluarganya? Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.
Sudah hampir dua tahun Anda menjabat sebagai Dubes AS untuk Indonesia. Apa komentar Anda tentang Indonesia?
Saya sangat suka Indonesia. Saya senang dan betah bertugas di Jakarta. Hubungan antara AS dan Indonesia pun berjalan sangat baik.
Apa tantangan terbesar tugas Anda di Indonesia?
Tantangan terbesar bertugas di Indonesia adalah bagaimana saya dapat membantu lebih banyak lagi orang-orang AS memahami dan mengerti tentang Indonesia dan sebaliknya, serta bagaimana membatasi ketidakmengertian satu dengan yang lain. Ini sama halnya dengan berpromosi dan membantu menjembatani pengertian antara satu dan yang lainnya.
Dengan begitu, diharapkan tercipta pemahaman positif yang lebih baik antara AS dan Indonesia. Dengan begitu pula, diharapkan terjadi peningkatan jumlah pertukaran pelajar, kerja sama bisnis yang dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan kemakmuran Indonesia dan AS.
Bagaimana Anda menggambarkan hubungan kemitraan RI-AS saat ini?
Saya senang untuk mengatakan bahwa hubungan AS-Indonesia sangat baik, dan kini semakin baik. Setelah sekian lama kedua negara menjalin kerja sama di berbagai sektor, kita dapat melihat warga AS yang berkunjung ke Indonesia semakin meningkat, begitu pun sebaliknya. Mereka saling mengenal kebudayaan satu dengan yang lainnya. Saya sangat senang karena banyak kerja sama yang terjadi di antara kedua negara.
Pendapat Anda tentang visi kemitraan RI-AS di bidang politik, budaya, dan ekonomi?
Kita telah mengembangkan kemitraan komprehensif sebagaimana diumumkan presiden RI dan AS pada 2010. Berasal dari ide tersebut, kami terus berupaya mengembangkan kerja sama dalam banyak bidang, seperti pendidikan, ilmu pengetahuan, lingkungan, demokrasi, dan mempromosikan hak asasi manusia (HAM).
Namun, kita juga bekerja keras dalam menciptakan kemitraan antara warga Indonesia dan AS dengan berbagai lembaga, institusi, universitas, dan pelaku bisnis. Saya berpikir bahwa Indonesia memerlukan bantuan dalam menciptakan kemitraan tersebut, karena kemitraan yang dibutuhkan tidak hanya antarpemerintah, namun juga antarmasyarakat kedua negara. Ini sangat penting dan bermanfaat.
Di bidang politik, Anda melihat perkembangan kerja sama RI-AS seperti apa?
Menurut saya, fokus kita adalah bagaimana AS-Indonesia bekerja sama saling dan mendukung untuk menghadapi permasalahan dunia, misalnya mendukung hubungan kawasan Asean, Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), dan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), terutama dalam meningkatkan konsultasi dan kerja sama menghadapi berbagai isu dunia.
Apa komentar Anda mengenai berbagai isu di Indonesia, seperti korupsi, kriminalitas, dan kemiskinan?
Berbagai isu di Indonesia, seperti korupsi adalah masalah yang signifikan dan tidak mudah diselesaikan. Namun, kami mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang bekerja keras memberantas korupsi, termasuk isu lainnya seperti pemogokan, kasus perebutan tanah, dan lain-lain. Kami juga mendukung Pemerintah RI dalam melakukan konsultasi dalam mengatasi permasalah tersebut.
Bagaimana dengan isu agama?
Sebagai warga negara asing (WNA), kami sangat berhati-hati dalammemberikan saran kepada teman Indonesia. Namun, saya rasa, Indonesia memiliki tradisi sikap saling menghormati antarumat beragama. Hukum Indonesia pun melindungi kebebasan beragama. Hal pentingnya adalah peningkatan pendidikan dan melakukan penegakan hukum dalam melindungi keberagamaan agama. Banyak program pendidikan dari sekolah dan organisasi di Indonesia yang mengajarkan bagaimana saling menghormati dan memberikan toleransi beragama. Itu sangat baik.
Anda punya program lain di Indonesia yang berkaitan dengan kebudayaan dan pendidikan, misalnya mengembangkan @America dan Kios Learning Centre?
@America adalah pusat kebudayaan berteknologi tinggi pertama di dunia. Pusat kebudayaan yang diresmikan pada 2 Desember 2010 ini juga merupakan satu-satunya di dunia dan hanya ada di Indonesia (Jakarta).
Indonesia dipilih karena merupakan negara demokrasi dengan banyak penduduk muda. Karena biayanya mahal, pusat kebudayaan ini hanya akan ada di Jakarta. Kios Learning Centre kemungkinan akan dikembangkan lagi di daerah-daerah lain setelah yang pertama di Semanggi (Jakarta) berhasil. Kami akan melihat bagaimana perkembangaanya.
Kerja sama mendatang RI-AS formatnya kira-kira seperti apa?
Saya sangat senang mengatakan akan ada banyak kerja sama ekonomi antara AS dan Indonesia yang selama ini sudah berjalan baik. Ke depan, kerja sama itu akan semakin baik, sehingga akan tercipta banyak lapangan kerja baru bagi kedua negara. Contohnya ekspor Indonesia ke AS pada Januari-November 2011 meningkat hampir 20% senilai hampir US$ 18 miliar, sedangkan AS mengekspor ke Indonesia kurang dari US$ 7 miliar.
Jadi, Indonesia mengalami surplus. Ini terjadi karena kondisi pasar ekonomi AS yang tidak begitu kuat. Kami akan berupaya keras meningkatkan ekspor dengan target pertumbuhan sekitar 10%. Sekarang sudah banyak sekali peningkatan ekspor Indonesia ke AS, seperti produk pertanian, sepatu, dan pakaian. Kualitas produknya sangat bagus dan harganya pun kompetitif.
Punya pengalaman berkesan saat berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia?
Saya pernah melakukan kunjungan untuk berziarah ke makam Gus Dur (mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid) di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Saya juga ke Madura, mengunjungi beberapa pesantren, universitas, dan sekolah Islam di sana. Kami mengadakan dialog dengan para murid. Sungguh pengalaman yang menyenangkan.
Anda dan keluarga tak kesulitan beradaptasi dengan suasana Jakarta?
Keluarga saya sangat menyukai tinggal di sini. Saya, istri, dan kedua putri saya tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan kondisi Indonesia. Pada awal kedatangan kami ke Indonesia, kami sangat terkesan dengan sikap ramah-tamah orang-orang Indonesia. Ekonomi di Jakarta berkembang pesat dan hidup di sini sangat dinamis. Saya dan keluarga sangat menikmati Jakarta. Anak saya dengan kegiatan sekolahnya dan istri saya terlibat banyak aktivitas yang berbeda.
Cara Anda mempertahankan kualitas hubungan dengan keluarga?
Saya selalu berusaha untuk menyempatkan diri agar bisa makan malam bersama, di restoran atau terkadang saya membantu putri saya mengerjakan PR-nya. Dengan begitu, kami bisa terus berkomunikasi dan berhubungan dengan baik.
Apa filosofi hidup Anda?
Bagi saya, keluarga dan intergritas merupakan hal yang penting. Keluarga sangat penting. Saya harus selalu memastikan bahwa saya harus punya waktu dengan keluarga, dalam kondisi sesibuk apapun. Begitu pun dengan integritas. Dalam memastikan antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional, Anda akan selalu berupaya keras untuk dapat melakukan hal yang benar, bekerja keras, dan memberikan kontribusi sekecil apapun bagi dunia. Itu akan sangat berguna.
Obsesi hidup Anda?
Saya masih harus banyak meningkatkan banyak hal dalam hidup saya. Saya beruntung memiliki karier yang bagus dan keluarga yang harmonis. Namun, saya merasa bahwa saya dapat melakukan banyak hal lagi yang jauh lebih baik dari saat ini, termasuk dalam tugas saya sebagai duta besar.
Anda juga belajar Bahasa Indonesia?
Saya belajar berbahasa Indonesia. Tapi, walaupun saya sudah tinggal di Indonesia selama 18 bulan, Bahasa Indonesia saya kurang baik, bisa mengerti tapi belum lancar. (Kalimat itu diucapkannya dengan logat khas AS dalam Bahasa Indonesia secara lancar).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!