Revaluasi Aset Lambungkan Laba Wilmar US$ 500 Juta
Rabu, 22 Februari 2012 | 14:52
Lahan Sawit (sumber: Antara) JAKARTA - Perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia, Wilmar International Ltd membukukan kenaikan laba bersih sebesar 57 persen menjadi US$ 500 juta pada kuartal IV-2011 dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 318,6 juta.
Kenaikan laba didorong keuntungan revaluasi bisnis inti sawit dan ekspansi di segmen gula. Namun, investor melakukan aksi jual di tengah kekhawatiran menurunnya margin keuntungan.
Perusahaan yang tercatat di bursa Singapura ini melaporkan, naiknya laba perseroan karena revaluasi aset perkebunan kelapa sawit yang mengontribusi US$ 263 juta.
Namun sejumlah analis kecewa menyusul laba dari produk konsumsi dan bisnis kelapa sawit turun sebesar 12 persen meskipun penjualan dan volume produksi kelapa sawit perusahaan global yang memiliki anak usaha di Indonesia itu meningkat.
Riset Macquarie Securities menyatakan, keuntungan bersih Wilmar di bawah perkiraan para analis. Keuntungan perusahaan yang baru berdiri pada 1991 ini pada kuartal empat 2011 dikontribusikan keuntungan revaluasi. Artinya, laba bersih untuk tiga bulan terakhir tahun lalu itu bukan keuntungan operasional.
"Minyak sawit tidak begitu bagus pada kuartal keempat, akibat krisis keuangan Eropa," kata analis Phillip Securities, Nicholas Low, hari ini.
Saham Wilmar turun 8,2 persen menjadi 5,38 dollar Singapura pada pukul 0339 GMT, setelah sempat tergerus 9,4 persen pada awal sesi perdagangan. (beritasatu.com)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!