Pemerintah Berupaya Kembangkan Klaster Industri
Rabu, 1 Agustus 2012 | 6:24
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Wapres Boediono (kedua kanan) dan Menperin MS Hidayat (kanan) mengunjungi pameran kain batik seusai rapat kabinet terbatas di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (27/7). Rapat tersebut membahas sektor perindustrian, perdagangan, dan penanaman modal. Foto: Investor Daily/ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/Spt/12 JAKARTA- Pemerintah berupaya mengembangkan klaster industri berbasis mineral logam yaitu baja, alumunium, nikel dan tembaga di beberapa daerah di Indonesia.
"Ini adalah suatu pemetaan konsentrasi terhadap sumber-sumber yang dipetakan di daerah-daerah tertentu, jadi kami akan mengikuti pola yang sudah terbukti," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Selasa.
Untuk industri besi baja, dapat dikembangkan dua klaster industri, yaitu klaster industri Cilegon dan klaster industri Kalimantan Selatan.
Hidayat mengatakan klaster industri Cilegon dapat dipilih PT Krakatau Steel dan PT Krakatau Posco sebagai champion dan di Kalimantan Selatan dipilih PT Meratus Jaya dan PT Batulicin Steel.
"Daerah champion adalah indentitas terhadap daerah tersebut untuk menarik dan menjadi penghela terhadap industri tersebut di Indonesia," ujar Hidayat.
Kemudian, untuk klaster industri alumunium, akan dikembangkan di Sumatera Utara oleh PT Inalum sebagai champion, dan PT Antam bersama beberapa perusahaan di Kalimantan Barat.
Pada industri nikel akan dikembangkan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara serta Halmahera yang memiliki cadangan nikel 577 juta ton.
Klaster Sulawesi Selatan dan Tenggara pemerintah memilih PT INCO dan PT ANTAM sebagai champion.
Sementara untuk klaster industri tembaga yang akan dibangun smelter tembaga, diperlukan off taker asam sulfat yang dihasilkan sebagai by product pada smelter tersebut.
"Atas dasar itu dapat didorong terbentuknya klaster industri tembaga di wilayah Gresij, Bontang, Buton dan Tangguh," katanya.
Menperin Hidayat berharap pihak swasta mampu menyumbang 83% untuk pengembangan klaster-klaster tersebut. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!