ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Nipress Dipercaya Memasok Baterai Mobil Listrik
Selasa, 12 Juni 2012 | 14:38

JAKARTA-Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selasa siang  (12/6)  mengunjungi PT Nipress Tbk, produsen baterai (accu) yang akan memasok baterai untuk mobil listrik nasional.

"Kita menanyakan kesiapan Nipress untuk memproduksi baterai jenis "lithium ferro posphate", kata Dahlan, usai mengunjungi pabrik Nipress di kawasan Narogong, Cileungsi, Jawa Barat.

Menurut Dahlan, penunjukan Nipress untuk memproduksi baterai mobil listrik karena merupakan perusahaan yang 100 persen sahamnya dikuasai pengusaha nasional.

"Ini (Nipress) perusahaan publik yang kita anggap mewakili nasional, dan punya pengalaman memproduksi baterai. Nipress juga merupakan perusahaan publik," ujar Dahlan.

Saat ini kapasitas produksi Nipress mencapai 2 juta unit baterai per tahun, sebanyak 60 persen di antaranya diekspor ke sekitar 80 negara.

Ia menjelaskan, baterai merupakan unsur terpenting dalam industri mobil listrik yang perannya bisa mencapai 40 persen.

Namun Dahlan belum merinci berapa besar produksi baterai jenis lithium "lithium ferro posphate" yang akan diproduksi Nipress.

Ia menggambarkan, jika menggunakan baterai biaya yang dikeluarkan untuk mobil listrik sebesar Rp1.000 per 10 kilometer, sedangkan mobil ber-BBM sekitar Rp10.000 per 10 kilometer.

Diketahui saat ini prototipe empat mobil listrik nasional sedang dalam tahap penyelesaian akhir.

Empat varian mobil listrik tersebut yaitu sekelas Carry, sekelas Avanza, Yaris, dan Ferrari yang "dikeroyok" lima orang putra bangsa yang disebut Dahlan sebagai "Pendawa Putra Petir".

Menurut rencana, prototipe mobil listrik nasional tersebut akan diperkenalkan ada 10 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Teknologi Nasional.

Ia menjelaskan, Nipress menyatakan siap memproduksi pesanan untuk mobil listrik nasional tersebut.

"Saat ini baterai mobil listrik didesain untuk jarak tempuh 150 kilometer untuk sekali pengisian. Namun teknologi berkembang dan segera bisa ditingkatkan menjadi pemakaian untuk 300 kilometer," ujar Dahlan.

Mantan Dirut PT PLN itu optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM), juga harga kendaraan ini tidak akan terlalu mahal karena selalu akan ada temuan baru.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!