ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

KKP Bahas Metode Impor Garam dengan Kemendag
Kamis, 23 Februari 2012 | 12:28

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Perdagangan akan membahas metode importasi komoditas garam konsumsi yang akan dilakukan bila persediaan garam sudah tidak mencukupi.

"Nanti kami duduk lagi dengan Kementerian Perdagangan, soal bagaimana nanti metodenya dalam mengimpor dalam waktu yang sudah tidak ada (garam)," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo seusai acara pelantikan tujuh pejabat eselon I KKP di Jakarta, Kamis.

Menurut Sharif, pihaknya akan memastikan bahwa para petani garam tetap dapat menjual stok garam yang mereka miliki dengan harga yang telah ditetapkan.

Mengenai perubahan dari KKP yang awalnya tidak setuju impor tetapi kemudian menyetujui, ia mengemukakan bahwa hal tersebut karena pada awalnya tiga kementerian terkait, yakni KKP, Kemendag, dan Kementerian Perindustrian tidak memiliki data yang pasti.

"Data (garam) itu simpang siur. Termasuk data dari kami," katanya.

Kesimpangsiuran data itu, masih menurut dia, terutama terjadi pada masa periode seperti waktu sekarang ini karena saat ini diperkirakan lagi tidak ada produksi terkait garam.

Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, survei yang dilakukan menghasilkan stok 360 ribu ton sedangkan jumlah kebutuhan untuk garam konsumsi adalah 120 ribu ton per bulan. Dengan demikian, bila menunggu sampai jangka waktu enam bulan, diperkirakan terdapat kekosongan untuk periode tiga bulan.

"Kalau kami melihat, dalam waktu dua tiga bulan kalau kita sudah mulai produksi lagi maka garam akan kita stop," kata Sharif.

Sebagaimana telah diberitakan, pemerintah akan mengeluarkan izin impor garam konsumsi pada akhir Februari 2012, setelah menghitung kembali stok garam dalam negeri serta memastikan importir dan produsen menyerap stok yang ada.

"Kami akan mengeluarkan izin impornya, tapi setelah dipastikan stok petani dan pedagang diserap," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh di Jakarta, Jumat (17/2).

Ia menjelaskan, pemerintah hanya mengizinkan impor garam dilakukan sebelum panen garam tahun ini dimulai. Pemerintah juga akan memastikan tidak ada lagi garam impor yang masuk satu bulan sebelum panen raya garam 2012.

 Pemerintah menghitung kebutuhan impor garam konsumsi berdasarkan data produksi garam nasional 2011 sebanyak 1,1 juta ton, impor garam sebanyak 900.000-an ton serta data-data stok garam dari kementerian dan dinas terkait di daerah. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close