ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Kemenparekraf Harus Perhatikan Industri Kreatif Desa
Minggu, 19 Februari 2012 | 13:53

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu didampingi Wakil Dirut BNI Felia Salim memerhatikan kreativitas anak yang dilatih untuk menciptakan industri kreatif di Desa Kamasan, Klungkung - Bali usai meresmikan Kampoeng BNI di desa tersebut, Senin (16/1). Di desa itu, BNI telah menyalurkan kredit kemitraan sebesar Rp 1,06 miliar kepada 90 usaha kecil. Foto: Investor Daily/ist Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu didampingi Wakil Dirut BNI Felia Salim memerhatikan kreativitas anak yang dilatih untuk menciptakan industri kreatif di Desa Kamasan, Klungkung - Bali usai meresmikan Kampoeng BNI di desa tersebut, Senin (16/1). Di desa itu, BNI telah menyalurkan kredit kemitraan sebesar Rp 1,06 miliar kepada 90 usaha kecil. Foto: Investor Daily/ist

JAKARTA- Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai memperhatikan industri kreatif yang berbasis desa.

“Selama ini pemerintah lebih memperhatikan industri besar sedangkan industri kreatif yang berbasis desa diabaikan. Padahal basis perekonomian nasional banyak ditopang ekonomi kecil yang berbasis desa," katanya di Jakarta, Minggu, setelah mengunjungi beberapa desa yang memiliki kretivitas tinggi.

Menurut anggota Komisi X yang membidangi masalah pendidikan, olahraga, kebudayaan dan paiwisata itu, apabila desa kreatif ini dikembangkan maka banyak hal yang bisa diambil manfaatnya. Di antaranta akan meningkatkan pendapatan masyarakat desa yang dalam jangka panjang akan mengurangi urbanisasi.

Manfaat lainnya adalah menjadikan desa kreatif sebagai tujuan wisata baru. Dicontohkan, di Desa Pare, Kediri Jawa Timur, lebih dikenal sebagai perkampungan kursus bahasa Inggris.

Di Klaten, Jawa Tengah, ada desa perajin rotan dan masih banyak daerah lainnya di Tanah Air. Namun sayangnya perhatian pemerintah untuk mengembangkan desa-desa kreatif tersebut sangat minim, katanya.

"Pemerintah perlu membantu mereka dari sisi permodalan, manajerial, pengembangan teknologi, dan akses pemasaran. Pendampingan seperti ini yang mereka butuhkan," tambah legislator dari Fraksi PKS itu.

Rohmani yakin bila desa-desa kreatif ini dikembangkan dengan serius oleh Kemenparekraf bukan tidak mungkin desa-desai lain akan memunculkan kreativitasnya.   "Ini tanggung jawab pemerintah sebagai pemicu," katanya. (gor/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close