ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Diploma Teknik Mesin UGM Buka Program Alat Berat
Selasa, 14 Februari 2012 | 23:26

Sebuah alat berat melakukan pengerjaan proyek komersial di kawasan Sentul City, Bogor, belum lama ini. PT Sentul City Tbk berencana memulai pengembangan area komersial di kawasan CBD Sentul pada semester II-2012. Proyek komersial yang terdiri atas mal, hotel, dan convention center tersebut menelan investasi sebesar Rp 2 triliun. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN. Sebuah alat berat melakukan pengerjaan proyek komersial di kawasan Sentul City, Bogor, belum lama ini. PT Sentul City Tbk berencana memulai pengembangan area komersial di kawasan CBD Sentul pada semester II-2012. Proyek komersial yang terdiri atas mal, hotel, dan convention center tersebut menelan investasi sebesar Rp 2 triliun. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN.

YOGYAKARTA - Program Diploma Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mulai tahun ajaran 2012/2013 membuka minat konsentrasi baru Program Alat Berat.

"Minat konsentrasi baru itu untuk memenuhi kebutuhan industri terhadap lulusan yang menguasai alat-alat berat," kata Ketua Program Diploma Jurusan Teknik Mesin FT UGM Wikan Sakarinto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, pembukaan minat konsentrasi baru itu bersinergi dengan industri dalam mendukung infrastruktur perkuliahan. Dengan minat konsentrasi baru ini diharapkan Program Diploma Jurusan Teknik Mesin FT UGM akan menjadi "pilot project" bagi perguruan tinggi lain yang memiliki program studi yang sama.

"Alasan utama pendirian Program Alat Berat itu karena pasar masih kekurangan sumber daya manusia yang mampu menguasai peralatan berat. Contohnya, PT Hexindo memiliki sekitar 72.000 alat berat yang hanya dioperasionalkan 3.000 pegawainya," katanya.

Dengan demikian, menurut dia, masih banyak peluang kerja bagi lulusan alat berat tersebut. Apalagi, masih terdapat sekitar 12 perusahaan sejenis yang memiliki ribuan alat berat.

Ia mengatakan pada tahun ini program studi yang dibuka masih sebatas setingkat diploma tiga (D3) dengan dua kelas yang masing-masing terdiri atas 30 orang. Namun, pengelola Program Diploma Jurusan Teknik Mesin FT UGM secara bertahap merintis untuk jenjang diploma empat (D4).

"Senat Akademik sudah memberi persetujuan dan rekomendasi resmi agar kami mengajukan proposal membuka D4. Jika belum memungkinkan, tahun ini dibuka D3 dulu," katanya.

Instruktur Program Diploma Teknik Mesin FT UGM Triyana Novika Dewi mengatakan calon mahasiswa jurusan baru itu nanti akan mempelajari seputar mesin berat, aplikasi, dan perawatannya.

Menurut dia, jika penggunaan alat berat selama ini dioperasionalkan oleh lulusan SMK dan tenaga "maintenance" yang dilatih oleh perusahaan dengan waktu yang cukup lama, maka dengan minat konsentrasi baru itu diharapkan hal tersebut dapat dipersiapkan lebih baik. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!