Daihatsu Kembangkan Teknologi Bahan Bakar
Minggu, 12 Agustus 2012 | 5:16
Sirion Daihatsu
JAKARTA-PT Astra Daihatsu Motor menyatakan saat ini memilih
untuk mengembangkan mobil konvensional dengan pengembangan teknologi guna
mencapai efisiensi bahan bakar.
" Daihatsu memilih mobil konvensional tapi dengan pengembangan teknologi
yang tinggi (high tech) karena infrastruktur yang belum mendukung," kata
Kepala Divisi Pemasaran Domestik Rio Sanggau di Jakarta, Sabtu (11/8).
Rio menjelaskan teknologi mobil hibrida (hybrid) atau mobil listrik masih
banyak terkendala infrastruktur, misalnya untuk pengisian ulang sehingga masih
sulit dikembangkan di Indonesia.
"Infrastruktur yang ada belum mendukung, seperti tempat untuk pengisian
bahan bakar untuk mobil hibrida dan listrik," katanya.
Meski lebih murah dan hemat bahan bakar, Rio menuturkan hibrida bukanlah
satu-satunya solusi untuk mendapatkan mobil yang hemat bahan bakar.
Dia mengatakan ada tiga teknologi yang sesuai dengan harapan pemerintah akan
kendaraan roda empat yang murah dan hemat bahan bakar, yaitu hibrida, listrik
atau elektrik dan konvensional.
Hibrida menggabungkan dua sistem pemasok tenaga, yaitu bahan bakar fosil dan
listrik, untuk mendapatkan penghematan bahan bakar berlipat ganda dan emisi gas
buang yang sangat bersih. Teknologi itu, dengan kata lain, merupakan gabungan
mobil konvensional dan mobil listrik.
Menurut Rio, Mira e:S adalah salah satu contoh mobil yang diciptakan dengan
teknologi transportasi konvensional yang murah dan hemat energi.
"Harganya hanya sekitar Rp80 jutaan (setelah dikonversi) dan bisa mencapai
30 kilometer per liter bahan bakar fosil," katanya.
Kemampuan mobil yang diluncurkan di Jepang pada 2011 itu, kata Rio, hampir
setara dengan kualitas mobil hibrida. Karena itu dia berpendapat perusahaan
agen tunggal pemegang merk (ATPM) Daihatsu itu memilih untuk mengembangkan
mobil konvensional.
Namun, dia mengatakan kolaborasi dengan PT Toyota Astra Motor untuk memproduksi
mobil murah atau Low Cost and Green Car (LCGC) masih dalam perundingan kedua
belah pihak. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!