ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Astra akan Seimbangkan Divisi Otomotif & Non-otomotif
Senin, 20 Februari 2012 | 17:39

Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kanan) didampingi Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menyaksikan kegiatan bermain anak usia dini usai penyerahan mobil operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 3 November 2011. Kendaraan operasional untuk kepentingan kantor Walikota Jakarta Utara tersebut merupakan bagian dari program bantuan sosial Astra yang saat ini sudah mencapai Rp 7 miliar. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kanan) didampingi Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menyaksikan kegiatan bermain anak usia dini usai penyerahan mobil operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 3 November 2011. Kendaraan operasional untuk kepentingan kantor Walikota Jakarta Utara tersebut merupakan bagian dari program bantuan sosial Astra yang saat ini sudah mencapai Rp 7 miliar. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA - PT Astra Internasional Tbk akan menyeimbangkan pendapatan perusahaan yang telah berusia 55 tahun tersebut dari divisi otomotif dan non-otomotif pada tahun 2012.

"Untuk divisi otomotif sekarang 50% sementara untuk yang non-otomotif juga 50%, karena kami menginginkan adanya keseimbangan antara divisi tersebut," kata Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk, Prijono Sugiarto, seusai perayaan ulang tahun ke-55 grup perusahaan tersebut di Jakarta, Senin.

Prijono mengatakan, untuk saat ini sangat berbeda dengan 10 tahun yang lalu, dimana divisi otomotif menyumbang 80% pendapatan sementara untuk divisi non-otomotif hanya 20%.

"Dalam dua tahun terakhir, kita juga telah mengakuisisi enam tambang yang ada di Kalimantan Tengah dan Sumatra, dan sudah tentu akan menjadi fokus kita ke depan," tambah Prijono.

Ia menambahkan, belanja modal untuk pertambangan sekitar Rp5 triliun, dan perkebunan sekitar US$ 200 juta yang digunakan untuk penambahan lahan kelapa sawit dan refinery," tambah Prijono.

Ia mengatakan, Toyota akan menaikkan produksi dari 110 ribu unit menjadi 230 ribu unit dengan total nilai investasi tersebut kurang lebih Rp4 triliun, dan Daihatsu menaikkan produksi dari 330 ribu unit menjadi 430 ribu unit.

Sementara untuk total capex (Capital Expenditure), akan dianggarkan belanja modal sebesar 14-15 triliun rupiah pada 2012 ini dan dana belanja modal akan didapatkan dari kas internal. (gor/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close