ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Apindo: Tingginya Biaya Logistik Turunkan Daya Saing Produk
Jumat, 17 Februari 2012 | 15:18

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa tingginya biaya logistik di Indonesia dinilai telah menurunkan daya saing barang hasil produksi dalam negeri.

"Salah satu penyebab tidak bisa bersaingnya barang produksi Indonesia dengan barang produksi dari luar negeri adalah biaya logistik sangat besar, khususnya biaya transportasi," kata Wakil Ketua Apindo, Anton Supit di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, biaya logistik di Indonesia yang tinggi tersebut menyebabkan biaya pokok menjadi mahal dan permasalahan itu tentunya disebabkan oleh keterlambatan pembangunan dan kondisi infrastruktur saat ini yang tidak memadai.

"Kondisi infrastruktur yang tidak memadai, terutama jalan, yang menyebabkan melonjaknya biaya logistik," tambah Anton, yang juga mengatakan bahwa biaya distribusi di dalam negeri jauh lebih mahal daripada biaya pengiriman dari luar negeri.

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya mulai mengambil langkah untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri, terlebih pada tahun 2015 nanti komunitas ekonomi ASEAN akan mulai diberlakukan.

"Apabila daya saing produk dalam negeri tidak ditingkatkan, maka nanti pada tahun 2015 akan menjadi masalah yang sangat serius," tambah Anton.

Daya saing tersebut, lanjut Anton, sangat dipengaruhi oleh iklim investasi, kualitas dari birokrasi dan politisi yang membuat undang-undang, buruh juga memiliki peranan, tentunya juga sumber daya alam yang Indonesia miliki.

"Untuk bisnis, ada tiga faktor utama yang harus diperhatikan, yang pertama adalah pasar, kedua kompetensi, dan yang paling penting adalah memperbaiki iklim investasi dengan memperbaiki infrastruktur transportasi yang ada," kata Anton.

Selain itu, tambah Anton, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan seperti peraturan daerah dengan pusat yang harus diselaraskan, kemudian masalah tempat dan tanah, dan masalah undang-undang perburuhan.

Sebelumnya, pada Selasa (14/2), Kadin Indonesia menilai biaya logistik di Indonesia yang mencapai 24% dari total Produk Domestik Bruto (PDB), atau senilai Rp1.820 triliun per tahun merupakan biaya logistik paling tinggi di dunia. Biaya logistik itu terbagi dalam biaya penyimpanan sebesar Rp546 triliun, biaya transportasi Rp1.092 triliun, dan biaya administrasi sebesar Rp182 triliun.

Anggota Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3EI) Kadin, Ina Primiana mengatakan, biaya logistik di Indonesia terbilang sangat tinggi jika dibandingkan dengan Malaysia yang hanya 15%, Amerika dan Jepang masing-masing sebesar 10%. (gor/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close