ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Pemerintah Rencanakan Pengembangan Wisata Kota Tua
Selasa, 21 Februari 2012 | 8:10

JAKARTA- Pemerintah menyiapkan strategi dan rencana aksi baru untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah kota tua di Jakarta menjadi kawasan wisata budaya.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di Jakarta, Senin (20/2), pemerintah mengundang tenaga ahli dari Organisasi Kepariwisataan Dunia (United Nations World Tourism Organization/UNWTO) untuk memberikan masukan dalam penyusunan rencana tersebut.

"Pemerintah pusat melibatkan diri karena ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah DKI Jakarta saja, tapi butuh keteribatan pusat dan komunitas, karena ini masalah kompleks," katanya dalam lokakarya pengembangan kota tua Jakarta.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat akan mengoordinasi seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menyiapkan rencana strategis pengembangan kota tua Jakarta dengan mempertimbangkan masukan dari tenaga ahli UNWTO.

Pemerintah memperbaiki strategi pengembangan kota tua Jakarta sebagai kawasan wisata supaya kawasan bersejarah yang luasnya total 846 hektare tersebut bisa lestari dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut Sapta pemerintah akan menyelesaikan penyusunan rencana aksi tersebut dalam tahun ini.

"Kami tidak berpikir membuat rencana induk skala besar, tapi langkah demi langkah yang bisa dilakukan. Paling tidak bulan Juni mendatang sudah bisa mulai jalan," katanya.

Direktur Kerja Sama Teknis UNWTO Harsh Varma mengatakan pihaknya sudah melakukan pengamatan lapangan dan akan membantu menyiapkan rancangan strategi pengembangan kota tua Jakarta yang praktis dan mudah diterapkan.

"Kami sudah melihat lokasi, dan akan membantu merencanakan apa yang bisa dilakukan, bagaimana melakukannya, siapa yang harus melakukan, dan dalam kerangka waktu yang seperti apa. Itu akan kami sampaikan dalam pertemuan konsultasi kedua empat sampai enam minggu mendatang," katanya.

Ia menambahkan, UNWTO akan menyiapkan rancangan rencana aksi pengembangan kota tua Jakarta untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

Mulai dari Komunitas Varma menjelaskan, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kota tua menjadi kawasan wisata tidak hanya tergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah.

"Seperti di negara asal saya, India, justru komunitas lokal yang mengambil peran penuh dalam merevitalisasi kota tua, termasuk pedagang dan pengusaha. Mereka melakukan apa yang bisa dilakukan, dan mengumpulkan dana dari komunitas untuk mendukung kegiatan," katanya.

Optimalisasi pemanfaatan kota tua sebagai aset wisata, kata dia, bisa dimulai dari kegiatan-kegiatan praktis yang tidak banyak menguras biaya seperti pembersihan kawasan dan pedestrian, pengecatan bangunan, dan penyediaan pedestrian yang memadai.

"Kalau tempatnya bersih, rapi, nyaman dan lingkungan budaya sekitarnya 'hidup' tentu akan banyak orang yang berkunjung. Makin banyak yang berkunjung tentu makin banyak yang berbelanja, ini akan memberi keuntungan bagi masyarakat sekitar," katanya.

Tenaga ahli dari UNWTO Hans Carl Jacobsen mengatakan, keterlibatan komunitas lokal sangat penting dalam pengembangan kota tua menjadi kawasan wisata karena merekalah yang membuat kawasan itu 'hidup'.

"Mereka yang membuat kawasan itu hidup dan lebih menarik untuk dikunjungi. Tanpa mereka, bangunan-bangunan tua itu hanya sekedar bangunan," kata arsitek dan perencana wisata urban itu. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close