Menparekraf: Flores Perlu Infrastruktur Pariwisata
Senin, 20 Februari 2012 | 16:10
Duta Komodo M Jusuf Kalla menerima obor api SEA Games XXVI dari Wakil Gubernur NTT Esthon L Feonay disaksikan Ketua Harian Inasoc Rahmat Gobel, pengusaha Sofjan Wanandi, Presiden New 7 Wonder Foundation Bernard Weber, dan sejumlah artis di Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/10). Foto: Investor Daily/ ANTARA/Yudhi Mahatma/ss/ama/11 JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekref) Mari Elka Pangestu mengatakan, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan perbaikan infrastruktur untuk menjadikan pulau tersebut lebih berdaya saing tinggi sebagai tujuan pariwisata.
"Pulau Flores memiliki posisi yang strategis dalam konteks perkembangan pariwisata di NTT. Pengembangannya sebagai destinasi yang berdaya saing tinggi di sebelah timur Pulau Bali, sangatlah memiliki arti penting," kata Mari Pangestu melalui keterangan pers di Jakarta, Senin.
Untuk itu, lanjut dia, sarana dan prasarana pariwisata, terutama aksesibilitas di wilayah itu harus diperbaiki, karena belum memadai. Menperekraf meminta para pemangku kepentingan bekerja sama dalam pembuatan rencana pengembangan pariwisata yang terpadu.
"Kementerian akan membentuk delapan Tourism Management Organization (TMO) yang terdiri dari perwakilan asosiasi dan usaha pariwisata, masyarakat dan lembaga pendampingan di tiap Kabupaten Flores. Kedelapan TMO akan berkoordinasi untuk mempromosikan Flores ke luar," ujar Mari.
Ia menegaskan Flores memiliki potensi pariwisata yang berdaya saing tinggi dengan kekayaan flora fauna yang masih alami dan memiliki pptensi ekonomi kreatif yang besar dengan kerajinan tenun tradisionalnya.
Pada 2010 Flores dan pulau-pulau kecil di sekitarnya mendapat predikat The Most Unique Destination di ajang Indonesia Tourism Award pada tahun 2010.
Bahkan, sebelumnya pada 2005 majalah TIME menyebut Flores sebagai tujuan wisata eksotis terbaik dan Luxury Travel Magazine memberi penghargaan sebagai Pulau Wisata Asia Terbaik pada 2008, kemudian CEI Asia Magazine menjulukinya sebagai Flores Pulau Tujuan Wisata Terbaik di Asia Pasifik pada 2009.
Dikatakannya, data Swisscontact pada 2010 menyebutkan sebagian besar atau 92,79% kedatangan wisatawan mancanegara tertuju ke Taman Nasional Komodo. "Tren kunjungan wisata ke Flores cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir," kata Mari.
"Dalam Peraturan Presiden (PP) No 50/2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2010-2025, Kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Nasional (DPN)," kata Mari.
Destinasi tersebut terutama wilayah Komodo-Ruteng dan sekitarnya (The Real Wonder of the World) serta wilayah Kelimutu-Maumere dan sekitarnya ( Amazing 3 Colour Lake). (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!