Kunjungan Wisman ke Batam Menurun Saat Ramadhan
Rabu, 25 Juli 2012 | 13:09
wisata Batam BATAM-Kunjungan wisatawan manca negara ke Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menurun sepanjang Ramadhan, kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri.
"Kunjungan wisman saat Bulan Puasa turun," kata Yusfa di Batam, Rabu (25/7).
Menurut dia, penurunan itu disebabkan banyaknya tempat hiburan dan tempat makan yang tutup saat siang hari, sehingga wisatawan enggan mengunjungi pulau berbentuk kalajengking itu.
"Karena agak repot datang, cari makan susah, hiburan tidak ada," kata dia.
Pemerintah Kota Batam mengeluarkan surat edaran yang membatasi jam buka tutup tempat hiburan malam, sedang untuk restoran diharap menutup sebagian ruangannya menggunakan kain atau sejenisnya selama Ramadhan.
Namun, kata Yusfa, di lain sisi, paket buka puasa yang ditawarkan restoran mewah sepanjang Ramadhan menjadi daya tarik wisman.
"Paket berbuka menjadi daya tarik, karena biasanya makan mahal, tapi dengan paket berbuka, harga makanan jadi lebih murah dibanding biasanya," kata Yusfa.
Ia mengatakan pada paket buka puasa yang ditawarkan restoran-restoran di hotel dan lainnya tidak membedakan muslim atau bukan, sehingga bisa dinikmati para wisataean.
Sementara itu, Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, meningkat 8,4 persen pada Januari-Mei 2012 dibanding periode yang sama 2011.
Jumlah wisman selama Januari hingga Mei 2012 sebanyak 477.275 orang, naik dibanding periode yang sama 2011 yang tercatat 440.280 orang.
Berbagai acara yang diselenggarakan pemerintah kota dan pusat mampu menggenjot kunjungan wisman, di antaranya ASEAN Jazz Festival dan Melajoe Satoe.
Dari data, wisatawan manca negara yang datang ke Batam didominasi dari warga Singapura, disusul Malaysia, Korea Selatan, India, Filipina, Jepang, China, Inggris, AS dan Australia.
Yusfa mengatakan setiap berkunjung ke Batam, masing-masing wisman rata-rata mengeluarkan uang 300 dolar AS dengan masa tinggal 3,1 hari.
Sementara, sepanjang 2011, pariwisata Batam menyumbang devisa 371, 48 juta dolar AS.
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah sektor pariwisata batam menyumbang sekitar 23 persen dari seluruh penerimaan APBD pada 2011.
Penerimaan dari sektor pariwisata, kata dia, berasal dari pajak hotel Rp40,7 miliar, pajak restoran Rp19,1 miliar dan pajak hiburan Rp13,07 miliar."Totalnya Rp73,2 miliar," kata dia.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!