Pertumbuhan Broadband Capai 60% pada 2016
Rabu, 15 Februari 2012 | 19:00
Ilustrasi. Foto: Investor daily/EKO S HILMAN JAKARTA - Pertumbuhan broadband di Indonesia pada 2016 diproyeksikan mencapai 60 persen yang didorong oleh penggunaan dan turunnya harga telepon genggam, meningkatnya pengguna sosial media dan jual beli online.
Prediksi itu disampaikan konsultan senior Frost & Sullivan, Iwan Rachmat, pada jumpa pers tentang Prediksi TI dan Komunikasi (ICT) Indonesia 2012, di Jakarta, Rabu.
Iwan mengatakan bahwa penggunaan internet akan tumbuh kurang lebih sebesar 29,7 persen pada 2010-2015, sedangkan untuk penggunaan koneksi data juga akan tumbuh sebesar 21,9 persen pada 2011-2016.
"Baik peningkatan penggunaan internet ataupun koneksi data tersebut didorong oleh meningkatnya pengguna sosial media dan segala sesuatu yang tersedia di internet," tambah Iwan.
Iwan mengatakan bahwa Indonesia telah melewati masa dimana pasar suara atau telepon dan saat ini pasar dalam negeri mulai bergerak pada era internet, yang telah ditunjukkan dengan tingginya penggunaan telekomunikasi nirkabel. "Tingginya penggunaan telekomunikasi nirkabel telah meningkatkan pengguna kartu SIM sebesar 160 persen, sedangkan sebesar 63 persen untuk peningkatan pelanggan yang unik," kata Iwan seperti dikutip Antara.
Seiring dengan berkembangnya industri telekomunikasi, total pendapatan diperkirakan akan meningkat pada kisaran empat sampai enam persen tiap tahun untuk lima tahun ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden dari Frost & Sullivan untuk wilayah Asia Pasifik, Jayesh Easwaramony, mengatakan bahwa Indonesia berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dari jual beli online pada tahun 2015. "Indonesia berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dari jual beli online pada tahun 2015, namun hal tersebut bisa diraih apabila ada infrastruktur yang layak, teknologi, dan regulasi kerja," kata Jayesh.
Jayesh mengatakan bahwa untuk saat ini, pendapatan pasar online di Indonesia masih sangat kecil, namun ada kemungkinan untuk tumbuh, dan bisnis online tersebut bisa meraup hingga 1,8 miliar dolar AS pada 2015. (tk)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!