ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

KABEL BAWAH LAUT BANGKA-BATAM PUTUS,

Menkominfo: Jaringan Internet Smartfren Terputus
Selasa, 26 Maret 2013 | 13:54

Menkominfo Tifatul Sembiring (kiri) saat bersama Sekda Banda Aceh, Zulkifli Ahmad (tengah) dan Staf Khusus Gubernur Banca Aceh, Jasman Ma’aruf (kanan) memperhatikan monitor televisi ketika berkomunikasi jarak jauh pada sosialisasi dan publikasi program Kewajiban Pelayanan Umum ( KPU ) di Aceh Besar, Aceh, 23 Maret 2013.  Foto: Investor daily/ ANTARA/ Ujang Zaelani/Spt/13 Menkominfo Tifatul Sembiring (kiri) saat bersama Sekda Banda Aceh, Zulkifli Ahmad (tengah) dan Staf Khusus Gubernur Banca Aceh, Jasman Ma’aruf (kanan) memperhatikan monitor televisi ketika berkomunikasi jarak jauh pada sosialisasi dan publikasi program Kewajiban Pelayanan Umum ( KPU ) di Aceh Besar, Aceh, 23 Maret 2013. Foto: Investor daily/ ANTARA/ Ujang Zaelani/Spt/13

JAKARTA- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengungkapkan jaringan internet operator telekomunikasi Smartfren mengalami gangguan karena putusnya kabel bawah laut antara Bangka-Batam.

Tifatul melalui akun Twitter-nya @tifsembiring di Jakarta, Selasa, menuliskan putusnya jaringan utama internet tersebut lantaran kabel terkena jangkar kapal.

"Jaringan utama internet Smartfren submarine putus antara Bangka-Batam, kena jangkar kapal. Internet dapat hanya 60%," tulisnya.

Tifatul Sembiring menjelaskan hal itu terjadi pada 15 Maret 2013 dan pihaknya telah mempertanyakan masalah tersebut kepada pihak Smartfren.

Putusnya jaringan lintas Sumatera itu membuat internet hanya dapat diakses dengan kapasitas 60%.

"Jaringan internet tersebut sulit di-backup dengan jaringan dari darat (inland) pada 16 Maret 2013. Hal ini karena jaringan inland di Palembang putus terkena tanah longsor. Internet dapat dilayani dengan jalur proteksi kapasitas 30%," katanya.

Tifatul mengatakan jalur proteksi juga putus di area Sumatera Selatan. Layanan internet hanya dapat dilayani dengan kapasitas 10% pada 17 Maret 2013.

Sementara jaringan tambahan dari pihak ketiga (Matrix Submarine) beroperasi pada 18 Maret 2013.

Dengan tambahan ini, kapasitas jaringan internet menjadi 50%.

Hanya saja, pada 23 Maret 2013, jaringan Matrix Submarine putus sehingga layanan internet kembali hanya 10%. "Hari ini (26/3), diharapkan restorasi jaringan selesai dan ada tambahan kapasitas. Diharapkan layanan internet bisa mencapai 80%," demikian Tifatul Sembiring. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.