ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Kaspersky Ingatkan Virus di Hari Valentine
Selasa, 14 Februari 2012 | 12:25

Corporate Sales Director Kaspersky Lab Asia Pasifik Gun Suk Ling (tengah) berbicara dengan Channel Sales Jimmy Fong dan Product Marketing Senior Director Peter Beardmore, pada peluncuran Kasperksy Endpoiint 8 Security for Windows dan Kasperksy Security Center, di Jakarta, Rabu (23/11). Produk perlindungan dengan berbagai fitur keamanan TI yang lengkap ini, termasuk application control, web filtering, dan device control, juga menyediakan pembaruan secara real time terhadap ancaman baru yang tidak dikenal serta dukungan aplikasi whitelisting. Foto: Investor Daily/ANTARA/Audy Alwi/ama/11 Corporate Sales Director Kaspersky Lab Asia Pasifik Gun Suk Ling (tengah) berbicara dengan Channel Sales Jimmy Fong dan Product Marketing Senior Director Peter Beardmore, pada peluncuran Kasperksy Endpoiint 8 Security for Windows dan Kasperksy Security Center, di Jakarta, Rabu (23/11). Produk perlindungan dengan berbagai fitur keamanan TI yang lengkap ini, termasuk application control, web filtering, dan device control, juga menyediakan pembaruan secara real time terhadap ancaman baru yang tidak dikenal serta dukungan aplikasi whitelisting. Foto: Investor Daily/ANTARA/Audy Alwi/ama/11

JAKARTA –Pabrikan antivirus, Kaspersky Lab mengingatkan adanya ancaman virus di hari valentine kepada pengguna email untuk berhati-hati terhadap pesan penawaran kupon.

"Bagi kalangan spammer, momentum valentine sangat sering digunakan untuk menciptakan serangan baru yang bisa merugikan jika kita membuka atau mengunduh suatu pesan," kata Analis Spam Kaspersky Lab, Maria Namestnikova, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, dalam pengamatannya pengguna internet mulai menerima email spam yang menawarkan hadiah untuk hari kasih sayang itu sejak Januari.

Hal ini karena para spammer ingin memanfaatkan waktu selama mungkin untuk menjebak korban.  "Salah satu daya tarik baru di kalangan spammer adalah penggunaan kata kupon," katanya.

Menurut dia, kata itu sering langsung diartikan sebagai diskon atas suatu barang atau layanan. Selain itu ada cara lain untuk mempromosikan barang atau layanan melalui "spam kupon" yakni perusahaan membuat penawaran melalui layanan kupon dan mengiklankan penawaran itu melalui spam untuk menjangkau publik yang lebih luas.

“Email spam valentine pertama yang berhasil dideteksi Kaspersky Lab awal tahun ini menggunakan metode seperti itu," katanya.

Perusahaan menawarkan penerima email untuk membeli hadiah valentine kecil menggunakan diskon yang bisa diperoleh lewat perusahaan layanan kupon, Groupon.

Ia berpendapat, penggunaan layanan kupon untuk iklan perusahaan sah-sah saja, namun cara itu juga rentan ancaman "phising". Pelaku phising akan mencari pemilik email yang mempunyai dana untuk layanan kupon.

Dana akan dikuras oleh pelaku phising begitu penerima email terpancing dengan tawaran kupon palsu tersebut. Maria Namestnikova juga menyarankan beberapa hal agar terhindar dari aksi spammer dan aksi serangan phising yang menggunakan layanan kupon.

Pengguna email perlu memperhatikan tiga aturan sederhana yakni tidak membuka email dari layanan kupon yang asing.

"Jika email dari layanan kupon meminta kita untuk memverifikasi akun melalui suatu link, atau meminta untuk login dan mengisi password, jangan lakukan. Perusahaan besar tidak akan pernah meminta seperti itu. Permintaan semacam ini patut diduga sebagai usaha untuk mencuri akun kita," katanya.

Hal terakhir, jangan percaya bila ada pesan email yang menyebutkan pemilik akun memenangkan kupon berhadiah. "Sebaiknya tidak membuka pesan tersebut dan yang lebih penting lagi jangan mengunduh apa pun dari email tersebut," demikian Maria Namestnikova. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close