ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

2016, Pengguna Internet RI Capai 175 Juta
Oleh Imelda Rahmawati | Kamis, 16 Februari 2012 | 11:13

Product Manager PT Astrindo Victorinus Tanjaya (tengah) bersama Commercial Director AC Ryan Lewis Goh (kanan) memperagakan aplikasi game pada Veolo Smart Android Hub di sela peluncuran perangkat itu di Mall Bali Galeria, Denpasar, Rabu (15/2). Peluncuran perangkat berbasis Android 2.2 Froyo yang dapat dihubungkan ke televisi itu diharapkan dapat memberi solusi akses informasi dari internet sekaligus hiburan yang lebih murah bagi keluarga. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Nyoman Budhiana/pd/12 Product Manager PT Astrindo Victorinus Tanjaya (tengah) bersama Commercial Director AC Ryan Lewis Goh (kanan) memperagakan aplikasi game pada Veolo Smart Android Hub di sela peluncuran perangkat itu di Mall Bali Galeria, Denpasar, Rabu (15/2). Peluncuran perangkat berbasis Android 2.2 Froyo yang dapat dihubungkan ke televisi itu diharapkan dapat memberi solusi akses informasi dari internet sekaligus hiburan yang lebih murah bagi keluarga. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Nyoman Budhiana/pd/12

JAKARTA – Lembaga riset Frost & Sullivan memprediksi, penetrasi internet di Indonesia akan tumbuh sekitar 30% per tahun. Pada 2016, pengguna internet di Tanah Air diperkirakan mencapai 175 juta dari angka saat ini sekitar 40 juta.

Demikian paparan Senior Consultant Information & Communication Technologies Frost & Sullivan Indonesia Iwan Rachmat dalam acara Frost & Sullivan - Mastel bertajuk “Prediksi Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Indonesia 2012” di Jakarta, Rabu (15/2).

“Frost & Sullivan memprediksi penetrasi internet di Indonesia akan tumbuh rata-rata 29,7% per tahun, hampir 30%. Jika pada 2011 pengguna internet sekitar 40 juta, pada 2016 angkanya akan menjadi 175 juta,” kata dia.

Iwan mengatakan, sejak 2011, arah industri ICT di Indonesia, khususnya industri telekomunikasi mulai beralih ke era data. Hal tersebut mendorong tingginya penetrasi penggunaan internet di Indonesia karena sebagian besar akses internet masih diakses melalui layar kecil atau melalui ponsel. Tingginya penggunaan ponsel tersebut bisa dilihat dari tingginya penetrasi SIM card di Indonesia.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close