ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

TAJUK INVESTOR DAILY 27-28 APRIL 2013,

Memperbaiki Daftar Caleg
Senin, 29 April 2013 | 11:27

Wajah parlemen usai Pemilu 2014 diperkirakan takkan jauh berbeda dengan keadaan saat ini: berkualitas rendah. Ini karena pola rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) tidak berbeda. Dari 6.576 bakal calon legislatif (bacaleg) yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014, hampir seluruhnya adalah para anggota DPR yang saat ini masih menduduki kursi di parlemen Senayan.

Langkah partai politik yang masih saja mengajukan orang-orang lama (incumbent) ini menunjukkan bahwa parpol memang gagal menjalankan fungsinya sebagai institusi pencetak kader. Tugas dan peranan parpol untuk melahirkan kader-kader unggulan yang kelak piawai dalam menjalankan fungsi legislasi, bujeting, dan pengawasan, jelas tidak berjalan dengan baik selama ini. Lebih dari itu, parpol tampaknya memang tidak punya komitmen sama sekali untuk mendorong institusi legislative ke arah perubahan yang lebih baik dan berkualitas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jajaran parlemen 2009 – 2014 sesungguhnya diisi oleh orang-orang bermasalah. Mereka adalah oknum anggota dewan yang sering bolos, malas bekerja, berperilaku buruk, dan tidak sedikit di antaranya terjerat kasus hokum (korupsi). Banyak di antara mereka malah sering menjadikan parlemen sebagai lahan pekerjaan, tempat mereka kongkalikong untuk menciptakan proyek guna meraup keuntungan uang yang sebesar-besarnya.

Gaya hidup DPR periode sekarang juga dikenal hedonis, jauh dari rakyat. Mereka wakil rakyat, tapi jarang memperjuangkan nasib rakyat. Tugas mereka adalah membawa aspirasi rakyat, tapi mereka kerap tidak memegang dan menjalankan amanah rakyat. Lalu kalau perilakunya sudah ketahuan seperti itu, mengapa parpol tetap saja ngotot memberi ruang bagi anggota DPR muka lama untuk bertarung di pemilu legislatif (Pileg) 2014?

Itulah keprihatinan sekaligus kritik kita kepada 12 parpol yang para kadernya akan bertarung untuk memperebutkan kursi parlemen pada Pileg 2014 nanti. Sebagai pilar demokrasi, parpol seharusnya bertanggungjawab terhadap kehidupan demokrasi di Tanah Air. Karena itu, parpol tidak boleh memberikan ruang bagi anggota DPR bermasalah dan berperilaku buruk untuk kembali menjadi bakal caleg. Pembiaran seperti ini akan menumbuhkan suasana politik yang tidak sehat dan parlemen yang tidak fungsional.

Jangan hanya karena gagal dalam regenerasi internal, parpol dengan gampang memberi tempat lagi kepada orang-orang lama di DPR yang sesungguhnya sarat dengan masalah. Ini sangat tidak baik bagi perkembangan partai itu sendiri, tidak produktif bagi tugas-tugas keparlemenan nantinya, dan tidak sehat untuk proses pendidikan politik rakyat. Juga, jangan hanya karena demi mendongkrak perolehan suara dalam Pemilu 2014, parpol berlomba- lomba menempatkan figur popular dan mengabaikan aspek integritas, kualitas, dan rekam jejak caleg.

Memilih dan menempatkan caleg adalah dalam rangka memilih wakil rakyat. Mereka inilah yang nantinya berperan penting dalam membawa suara rakyat untuk ikut menentukan arah serta kebijakan di Republik ini. Jadi, kualifikasi caleg haruslah jempolan: berintegritas, punya kapabilitas, kapasitas, dan rekam jejaknya bagus. Mereka tentu juga harus punya elektabilitas yang memadai. Tak boleh dilupakan, menjadi anggota DPR juga harus jujur. Ini harus masuk dalam criteria utama. Kasus-kasus korupsi yang marak di kalangan oknum anggota DPR (juga DPRD) itu sesungguhnya bersumber dari sikap hidup yang tidak jujur.

Semua kriteria itulah yang harus menjadi pegangan utama parpol dalam menempatkan calonnya yang akan bertarung pada Pemilu 2014. Parpol bertanggung jawab atas kualitas calegnya. Kualitas dan kemampuan caleg inilah yang menentukan keterpilihannya kelak. Bila calegnya berkualitas, rakyat tak lagi melihat warna dan bendera partai pengusung. Di situlah sumbangan dan bakti besar parpol bagi kehidupan demokrasi bangsa ini.

Karena itu, kita berharap partai politik harus tetap berkomitmen pada kualitas para calon legislatifnya sebagai langkah untuk dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat terbaik, yang nantinya mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Bukan wakil-wakil rakyat yang hanya memperjuangkan kepentingan sendiri dan kelompoknya.

Mumpung masih ada waktu, saatnya parpol harus berani memperbaiki daftar- daftar caleg yang sudah diserahkan ke KPU baru-baru ini. Berdasarkan jadwal, KPU memverifikasi syarat pengajuan pencalonan dan syarat bakal calon dari 6.576 bacaleg yang sudah diserahkan parpol itu, mulai 23 April sampai 6 Mei 2013. Hasil verifikasi kemudian kembali disampaikan kepada partai politik antara 7 - 8 Mei 2013. Partai politik kemudian diberi kesempatan untuk memperbaiki caleg dengan tenggang waktu 9 sampai 22 Mei 2013. Verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dilaksanakan dari 23 Mei sampai 29 Mei 2013. Sementara itu, penyusunan dan penetapan daftar calon sementara (DCS) dilakukan 30 Mei sampai 12 Juni 2013. Sementara pengumuman DCS dilaksanakan 13 sampai 17 Juni 2013. Jadi, tetap ada peluang untuk perbaikan daftar caleg.

Sungguh, akan sangat sulit kita harapkan hadirnya sebuah lembaga DPR yang berkualitas bila DCS dan DCT yang ada saat ini tidak berubah secara signifikan. Di tangan ke-12 parpol itulah kita berharap adanya keberanian untuk mengubah daftar rekrutmen caleg, dan hanya mereka yang berkualitaslah yang layak maju pada Pileg 2014. Juga di tangan 12 parpol itu pula kita harapkan adanya proses sosialisasi secara gencar, agar para caleg yang bertarung pada Pemilu 2014 benar-benar dikenal masyarakat, baik kualitasnya, kapabilitasnya, integritasnya, dan rekam jejaknya. (*)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!