ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Mengakhiri Pro-Kontra Kurikulum 2013
Rabu, 3 April 2013 | 11:12

Mendikbud M Nuh meninjau pelaksanaan ulangan umum kenaikan kelas (UUKK), saat melakukan kunjungan mendadak di SMA Negeri 9 Semarang, Jateng, 5 Juni 2012.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/Koz/pd/12. Mendikbud M Nuh meninjau pelaksanaan ulangan umum kenaikan kelas (UUKK), saat melakukan kunjungan mendadak di SMA Negeri 9 Semarang, Jateng, 5 Juni 2012. Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/Koz/pd/12.

PERUBAHAN kurikulum yang dilakukan pemerintah menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Padahal, sudah cukup jelas alasan mengapa kurikulum 2013 ini diterapkan, yakni pertama, tantangan masa depan di antaranya meliputi arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Kedua, kompetensi masa depan yang makin luar biasa, di antaranya meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.

Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka, seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, dan gejolak sosial. Keempat, persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, dengan beban yang terlalu berat bagi siswa, dan kurang memperhatikan pendidikan karakter.

Atas berbagai kontroversi yang muncul di masyarakat, pemerintah berencana untuk kembali mengevaluasi kebijakan tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengatakan hal itu kemarin.

Presiden sudah memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal pengkajian ulang kurikulum tersebut. Tentu saja, bukan untuk membatalkannya, tapi mencoba meluruskan beberapa hal yang menjadi pro dan kontra di masyarakat. Ini memang perlu agar masyarakat mengetahui apa esensi dari kurikulum ini.

Kita berharap kurikulum baru ini bisa diterima karena sangat bermanfaat bagi para pelaku pendidikan dan masa depan pendidikan nantinya.

Sheila Majid
Jln Layur No 13
Rawamangun, Jakarta Tmur


Google+


Beri Tanggapan Atas Surat Ini

Silakan kirim surat Anda melalui form di bawah ini. Mengingat banyaknya surat yang masuk, redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Andapun bisa menyisipkan foto. Semua field harus diisi!


Nama

:

Nama Institusi/Perusahaan/Lembaga

:

Telp Perusahaan (untuk verifikasi)

:

Alamat

:

Kota

:

No. Telp / HP

:

Alamat Email (Untuk Verifikasi)

:

Scan KTP/ Kartu Identitas Lain

:

resolusi maximum 400x265 pixel dan ukuran file 50Kb, hanya JPG atau JPEG.

Judul Pengaduan

: Re: Mengakhiri Pro-Kontra Kurikulum 2013

Masukkan kode diatas tepat seperti apa yang terlihat. Case Sensitive!