ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Jadikan Ciseeng dan Parung Kota Satelit
Minggu, 4 Desember 2011 | 12:50

Salah satu cara mengurangi beban kepadatan penduduk dan bencana alam di DKI Jakarta adalah dengan mengintegrasikan pembangunan infrastruktur kota Kecamatan Parung dan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Ini untuk mengatasi persoalan kepadatan penduduk Kota Jakarta yang pada siang hari sudah mencapai 12,1 juta jiwa (9,6 juta penduduk DKI Jakarta dan 2,5 juta warga komuter). Karena itu, untuk menciptakan Kecamatan Ciseeng dan Parung menjadi kota mandiri, kota hijau dan kota satelit, Pemda Bogor dan pemerintah pusat perlu memperbanyak pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai generator ekonomi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan kelestarian lingkungan hidup. Prapatan Ciseeng dan Jalan Raya Cogreg semula jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Ciputat dan Parung, malah kini rentan kemacetan. Maka, pelebaran prapatan Ciseeng dan Jalan Raya Cogreg yang telah lama ditunggu masyarakat harus segera diwujudkan guna menambah daya tampung kendaraan yang keluar masuk dari Bogor dan Bumi Serpong Damai (BSD).

Bila tidak diperlebar, kondisi jalan yang saat ini sempit dan semraut, akan terus menimbulkan kemacetan. Menunda-nunda pelebaran jalan raya Cogreg hanya akan merugikan negara karena harga tanah per meter selalu naik setiap tahun. Di tengah-tengah Jalan Cogreg perlu dibuat taman yang dilengkapi dengan lampu, guna menghiasi wajah kecamatan Ciseeng dan Parung di kala malam hari. Kini Parung dan Ciceeng harus dijadikan kota mandiri dan kota satelit. Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, Kota Parung dan Ciseeng akan menjadi incaran para pengembang, karena letaknya strategis, di bagian selatan Kota Jakarta.

Walau hanya kota kecamatan, Ciseeng dan Parung cukup ramai. Banyak orang berpindah dari Serpong, Jakarta, serta Tangerang, Depok dan menetap di Kecamatan Ciseeng dan Parung. Buntutnya, harga tanah pun makin mahal. Akibatnya, permintaan bidang tanah terus meningkat, karena jumlah penduduk kecamatan semakin bertambah. Permintaan tanah yang semakin meningkat ini, membuat harga tanah atau lahan sebagai tempat berpijaknya bangunan atau rumah menjadi semakin mahal.

Harrison Papande Siregar
Mahasiswa Fisip
Universitas Indonesia
Depok, Bogor


Google+


Beri Tanggapan Atas Surat Ini

Silakan kirim surat Anda melalui form di bawah ini. Mengingat banyaknya surat yang masuk, redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Andapun bisa menyisipkan foto. Semua field harus diisi!


Nama

:

Nama Institusi/Perusahaan/Lembaga

:

Telp Perusahaan (untuk verifikasi)

:

Alamat

:

Kota

:

No. Telp / HP

:

Alamat Email (Untuk Verifikasi)

:

Scan KTP/ Kartu Identitas Lain

:

resolusi maximum 400x265 pixel dan ukuran file 50Kb, hanya JPG atau JPEG.

Judul Pengaduan

: Re: Jadikan Ciseeng dan Parung Kota Satelit

Masukkan kode diatas tepat seperti apa yang terlihat. Case Sensitive!