Berantas Tuntas Aksi Premanisme
Rabu, 22 Februari 2012 | 6:38
Presiden Prihatin Atas Aksi AnarkisKarikatur Investor Daily, 22 Februari 2012 Aksi premanisme yang marak akhir-akhir ini terbilang sudah sangat meresahkan masyarakat. Pasca-penangkapan John Kei yang terlibat dalam pembunuhan seorang pengusaha, masyarakat seperti mendapat angina segar. Sepatutnya, polisi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat memang tidak boleh kalah dari aksi premanisme.
Setiap aksi premanisme yang berakibat meresahkan masyarakat memang pantas ditindak tegas. Polri harus mampu mematahkan anggapan sebagian masyarakat yang berpikir, tindak anarkis suatu kelompok tertentu atau organisasi kemasyarakatan (ormas) sengaja dibiarkan guna melancarkan suatu kepentingan oknum aparat. Misalnya, membiarkan penyerangan suatu kelompok terhadap sebuah badan usaha yang tidak menyetor dana keamanan.
Penangkapan terhadap orang-orang semacam John Kei, diharapkan secara tidak langsung dapat berdampak peringatan bagi ormas atau kelompok lainnya. Yaitu tidak melakukan aksi-aksi anarki maupun tindak kekerasan yang mengganggu rasa aman warga masyarakat. Polisi memang tidak punya wewenang untuk membubarkan, namun selaku aparat penegak hukum, Polri wajib melakukan tindakan represif bagi anggota ormas yang melakukan tindakan melawan hukum.
Upaya penindakan terhadap aksi premanisme diharapkan tidak akan berhenti sampai John Kei saja. Guna mengeliminasi tindakan premanisme, jajaran Kepolisian haru terus melakukan serangkaian operasi khusus di samping operasi rutin untuk mengawasi dan menertibkan setiap sepak terjang ormas.
Isu penyalahgunaan agama sebagai tameng untuk melakukan kekerasan juga mesti diperhatikan dengan serius. Siapa pun yang melakukan tindak kekerasan, apalagi dengan membawabawa agama tertentu harus dihukum. Ke depan diharapkan Indonesia terbebas dari aksi-aksi anarkis kelompok-kelompok masyarakat serupa.
Pemberantasan aksi premanisme penting untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi di Tanah Air. Perlindungan bagi dunia usaha yang optimal dapat berdampak positif bagi kemajuan perekonomian. Jangan pula dilupakan, kontrol masyarakat dengan memberikan informasi sangat diperlukan agar Polri dapat segera menindaklanjutinya.
Wahid Abdul Wahab
Rawasari,
Jakarta Pusat