ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Timnas PPD Terancam Tanpa Boaz
Sabtu, 16 Juli 2011 | 14:56

JAKARTA – Tim nasional (timnas) sepakbola Pra Piala Dunia (PPD) 2014 terancam tidak diperkuat top skor Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, Boaz Solossa. Sebab, hingga Jumat (15/7), dia belum berkumpul dengan pemain lain.

Manajer timnas Ferry Kodrat mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi, namun belum mendapatkan kepastian kedatangan Boaz.

“Butuh pendekatan lebih intens. Kami juga melakukan koordinasi dengan Persipura,” kata Ferry seperti dilansir Antara di sela latihan perdana timnas di bawah asuhan Wim Rejsbergen, kemarin.

Menurut Ferry, timnas telah mempersiapkan kebutuhan Boaz Solossa termasuk tiket dari Jayapura ke Jakarta. Dengan belum adanya kepastian tiket yang sebelumnya telah dipesan dibatalkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kata dia, Boaz saat ini berada di Sorong berkumpul dengan keluarganya setelah Persipura menjuarai ISL 2010/2011.

“Persipura berjanji akan membantu timnas,” kata Ferry yang juga CEO klub Liga Primer Indonesia (LPI) Persibo Bojonegoro itu.

Selain Boaz Solossa, kata dia, yang belum bisa bergabung dengan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan dalam latihan perdana adalah Oktovianus Maniani dan Ricardo Salampessy.

Dengan absennya tiga pemain itu, jumlah pemain timnas yang menjalani latihan perdana sebanyak 22 pemain. Latihan ini dipimpin langsung oleh asisten pelatih Rahmad Darmawan. Sedangkan, pelatih kepala Wim Rejsbergen hanya memantau dari pinggir lapangan.

Sementara itu, mantan kapten timnas Bambang Pamungkas tetap akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam PPD 2014, walaupun terjadi pergantian pelatih.

Dengan waktu yang ada, pihaknya dengan pemain yang lain berusaha mempersiapkan diri menghadapi Turkmenistan 23 Juli nanti dan pertandingan kedua di Gelora Bung Karno Jakarta, 28 Juli mendatang.

“Pemain, pelatih dan pengurus PSSI dapat berganti kapan saja, tetapi warna bendera dan lambing Garuda itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun,” ujar Ferry. (rw)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!