ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Target FLPP Ditaksir Sulit Tercapai
Oleh Eko Adityo Nugroho | Kamis, 23 Februari 2012 | 10:58

Seorang pengendara melintas di perumahan sederhana di kawasan Bojong Gede, Bogor, belum lama ini. Indonesia Property Watch (IPW) mengingatkan agar perbankan tak menurunkan pembiayaannya pascapenurunan bunga KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 7,25%. IPW mengindikasikan bank-bank penyalur akan mengerem jumlah pembiayaannya karena suku bunga FLPP yang terlalu rendah. Target pembiayaan FLPP pada 2012 sebesar Rp 6,7 triliun untuk pembiayaan 219.000 unit rumah. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Seorang pengendara melintas di perumahan sederhana di kawasan Bojong Gede, Bogor, belum lama ini. Indonesia Property Watch (IPW) mengingatkan agar perbankan tak menurunkan pembiayaannya pascapenurunan bunga KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 7,25%. IPW mengindikasikan bank-bank penyalur akan mengerem jumlah pembiayaannya karena suku bunga FLPP yang terlalu rendah. Target pembiayaan FLPP pada 2012 sebesar Rp 6,7 triliun untuk pembiayaan 219.000 unit rumah. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA – Target penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 219.000 unit sepanjang tahun ini ditaksir tidak tercapai. Sandungan hal itu karena penyertaan modal dari pemerintah dan perbankan jumlah-nya menurun jika dibanding tahun lalu.

Dalam program FLPP ini, komposisi penyertaan modal antara pemerintah dan perbankan berbanding 50:50. Adapun tahun lalu pemerintah mengontribusi sebanyak 60% dan perbankan 40%.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria, ada enam kendala penyaluran FLPP pada tahun ini. Pertama, penurunan porsi penyertaan modal antara pemerintah dan perbankan dinilai menggerus penyaluran.

Kedua, lanjut dia, target penyaluran terlalu besar dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 120.000-an unit. Padahal, kontribusi penyaluran BTN mencapai 90% dibandingkan 15 bank lain yang juga berkomitmen ikut penyaluran FPP. “Ketiga, BTN tidak lagi menjadi core utama penyaluran.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close