ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Properti Global Menuju ke Arah Pemulihan
Selasa, 7 Agustus 2012 | 19:20

Pengendara melintas di kawasan perumahan mewah di sisi selatan Jakarta, baru-baru ini. Berdasarkan studi "Global Market Perspective" Jones Lang LaSalle, pasar properti global sedang berada di jalan yang tepat untuk mencapai volume investasi sebesar 400 miliar dolar AS pada penghujung 2012.  Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Pengendara melintas di kawasan perumahan mewah di sisi selatan Jakarta, baru-baru ini. Berdasarkan studi "Global Market Perspective" Jones Lang LaSalle, pasar properti global sedang berada di jalan yang tepat untuk mencapai volume investasi sebesar 400 miliar dolar AS pada penghujung 2012. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA - Konsultan properti internasional, Jones Lang LaSalle, menyatakan bahwa pasar properti di tingkat global mulai menunjukkan ke arah pemulihan. Hal itu ditandai dengan terjadinya kenaikan volume investasi pada periode kuartal II tahun 2012.

Berdasarkan studi "Global Market Perspective" Jones Lang LaSalle yang diterima di Jakarta, Selasa, volume investasi di pasar properti global pada kuartal II tahun 2012 mencapai 108 miliar dolar AS atau meningkat 2,24 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Hal tersebut, menurut Jones Lang LaSalle, menunjukkan bahwa pasar properti global sedang berada di jalan yang tepat untuk mencapai volume investasi sebesar 400 miliar dolar AS pada penghujung 2012.

Pada bidang perumahan residensial di Asia, tingkat penjualan yang menunjukkan peningkatan antara lain di Jakarta, China dan Hong Kong. Sedangkan volume tinggi di bidang residensial juga tercatat di Jerman.

Sebagaimana telah diberitakan, para pengusaha properti Indonesia dinilai lebih meminati membangun proyek untuk memenuhi pasokan dalam negeri dibanding menjajaki ekspor jasa untuk membangun proyek properti di luar negeri.

"Potensi pengembang membuat proyek di luar negeri ada, tetapi sebenarnya di dalam negeri sendiri masih terjadi backlog atau banyak sekali kekurangan suplai perumahan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo di Jakarta, awal Juli.

Karenanya, ujar Eddy Ganefo, masih sedikit sekali para pengembang atau pengusaha properti yang tergabung dalam Apersi, yang berminat untuk menjajaki dalam proyek pembangunan properti di luar negeri.

Senada dengan Eddy, Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, hanya di bawah satu persen dari jumlah pengembang yang tergabung dalam REI yang memiliki proyek properti di luar.

Menurut Setyo, hal tersebut karena pasar di dalam negeri Indonesia itu sendiri masih sangat besar potensi pasarnya terlebih karena bisnis properti itu termasuk sebagai bisnis padat modal.

Ia mengemukakan, hambatan untuk ke luar negeri itu juga ditambah dengan masih belum mendukungnya tingkat suku bunga terkait dengan kredit terhadap sektor properti. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close