ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Kuartal II, Properti Diguyur Kredit Rp 18 T
Oleh Eko Adityo Nugroho | Kamis, 16 Agustus 2012 | 13:17

Ilustrasi: Sejumlah pekerja menyelesaikan salah satu lantai dari sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat, baru-baru ini. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Ilustrasi: Sejumlah pekerja menyelesaikan salah satu lantai dari sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat, baru-baru ini. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA – Nilai outstanding kredit properti yang dilakukan oleh sejumlah bank umum sepanjang kuartal II- 2012 telah mencapai Rp 337,32 triliun atau meningkat sebesar 5,66% dibandingkan kuartal sebelumnya yang Rp 319,24 triliun. Adapun total penyaluran kredit properti pada kuartal II-2012 mencapai Rp 18,08 triliun atau naik tipis dari Rp 17,97 triliun pada periode sebelumnya.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Setyo Maharso, pertumbuhan kredit property yang ditandai dari hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa industri property menjadi pemicu pertumbuhan sektor riil. Bahkan, industri real estat menjadi penggerak 175 industri lainnya, sehingga memacu pertumbuhan. “Hal ini sesuai seperti perkiraan kami bahwa sektor properti tumbuh 20%,” terang dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (14/8).

Seluruh jenis kredit properti bertumbuh dibandingkan dengan kuartal lalu. Pertumbuhan terbesar terjadi pada kredit konstruksi (6,92%), diikuti dengan kredit untuk perumahan dan apartemen sebesar 5,51%, dan kredit real estat yang meningkat 4,12%. Pertumbuhan kredit konstruksi yang cukup pesat tersebut sedikit menekan pangsa pasar KPR/KPA yakni dari 61,48% menjadi 61,40%.

Kendati demikian, pangsa pasar KPR/KPA tetap yang terbesar dalam kredit properti. Pangsa terbesar kedua berasal dari kredit konstruksi 24,95% dan kredit real estat 13,65%. Setyo menambahkan, pertumbuhan kredit properti ini diproyeksikan dapat tumbuh lebih besar hingga akhir 2012. Beberapa faktor pendorongnya antara lain kondisi makro ekonomi yang ditunjang rendahnya suku bunga kredit.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close