ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Kecil, Pasar Properti Asing di Malaysia
Oleh Eko Adityo Nugroho | Selasa, 26 Juni 2012 | 13:27

President & CEO SP Setia BHD Group Tan Sri Liew Kee Sin didampingi Kepala Kantor Perwakilan SP Setia BHD Group Jakarta Loesje Imelda (kanan) menunjukkan sejumlah maket properti yang dikembangkan oleh SP Setia BHD Group kepada Sekjen International Real Estate Federation (FIABCI) Asia Pacific Rusmin Lawin (kedua dari kiri) dan Deputi Dubes Malaysia untuk Indonesia Syed Mohd. Hasrin (kiri), serta Perwakilan dari Kementerian Perumahan Rakyat Jariel Komanjas (kedua dari kanan) saat acara peresmian Kantor Perwakilannya di Jakarta, Sabtu (7/4).  Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO President & CEO SP Setia BHD Group Tan Sri Liew Kee Sin didampingi Kepala Kantor Perwakilan SP Setia BHD Group Jakarta Loesje Imelda (kanan) menunjukkan sejumlah maket properti yang dikembangkan oleh SP Setia BHD Group kepada Sekjen International Real Estate Federation (FIABCI) Asia Pacific Rusmin Lawin (kedua dari kiri) dan Deputi Dubes Malaysia untuk Indonesia Syed Mohd. Hasrin (kiri), serta Perwakilan dari Kementerian Perumahan Rakyat Jariel Komanjas (kedua dari kanan) saat acara peresmian Kantor Perwakilannya di Jakarta, Sabtu (7/4). Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO

JAKARTA – Pasar properti asing di Malaysia masih kecil, sekitar 2% dari transaksi residensial yang terjadi pada 2011 sekitar 200 ribu unit. Karena itu, pemerintah Malaysia gencar mempromosikan negara tersebut sebagai rumah kedua bagi orang asing guna menaikkan pendapatan.

Nilai transaksi 200 ribu unit residensial itu sekitar RM 137 miliar. Sedangkan orang asing yang membeli property di Malaysia hanya 2% atau sekitar RM 2,74 miliar,” ungkap Vice President II Investment Promotions Malaysia Property Incorporated Hizzan Hamid saat menerima kunjungan Real Estat Indonesia (REI) di Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini.

Hizzan menambahkan, transaksi residensial sebanyak 200 ribu unit itu mencakup hunian tapak dan vertikal. Mayoritas orang asing yang membeli properti di negeri jiran itu berupa apartemen yang bisa disewakan, meski pemerintah Malaysia mengizinkan pembelian rumah tapak bagi orang asing. “Orang asing butuh properti di sini untuk mendukung pendidikan atau berobat dan investasi,” kata dia.

Adapun warga negara asing yang paling dominan berinvestasi property di Malaysia berasal dari Tiongkok, Jepang, dan Bangladesh. Sedangkan jumlah warga negara Indonesia yang berinvestasi di sana sedikit. Hizzan mengaku tak bisa memprediksi pertumbuhan warga asing yang berinvestasi properti Malaysia sepanjang tahun ini. “Kami harapkan jumlahnya meningkat tahun ini dan jumlah investor yang diizinkan membeli property bisa mencapai lebih dari 3 ribu orang pada tahun ini,” ujar dia.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close