ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Intiland Perluas Jaringan Whiz Hotel ke Makassar
Jumat, 8 Juni 2012 | 16:51

JAKARTA – PT Intiland Development Tbk melalui anak usaha, PT Intiwhiz International bekerja sama dengan investor memperluas jaringan Whiz Hotel ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Intiwhiz International Moedjianto Soesilo Tjahjono di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kerja sama dengan investor merupakan strategi perusahaan untuk mempercepat pengembangan jaringan Whiz Hotel ke kota-kota besar di Indonesia.

"Sebelumnya, kami hadir di Yogyakarta, Semarang, Balikpapan, dan Kuta-Bali, serta sekarang ini di Makassar dengan nama Grand Whiz Hotel Sudirman," ujar dia.

Penandatangan kerja sama kedua perusahaan dilaksanakan dalam suatu acara Jumat (8/6) yang dilakukan oleh Moedjianto dengan Sumarto Gosal Direktur Utama PT Megah Jaya Prima Lestari selaku investor.

"Grand Whiz Hotel Sudirman di Makassar akan menjadi hotel ke-12 dari 26 jaringan Whiz Hotel yang sudah dan segera dibangun dalam waktu dekat. Kami percaya pasar perhotelan di Makassar akan tumbuh sangat pesat pada masa mendatang seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis dan pariwisata di kota tersebut," ujar Moedjianto.

Hotel setinggi delapan lantai ini berlokasi di Jalan Sudirman, merupakan jalan utama di Kota Makassar. Menempati area seluas 1.600 meter persegi memiliki 150 kamar dengan fasilitas ruangan rapat yang luas, restoran, dan kolam renang, fitness, serta parkir basement.

"Tahapan pembangunan hotel ini kami rencanakan mulai Oktober 2012, serta diharapkan pada akhir 2013 sudah beroperasi," kata Moedjianto.

Ia mengakui bahwa Makassar memiliki potensi sangat besar bagi perkembangan industri perhotelan. Potensi tersebut bukan hanya karena merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi juga merupakan pusat bisnis dan kota penghubung utama dari kota-kota yang ada di provinsi tersebut.

Merujuk data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, kebutuhan kamar hotel terus meningkat di kota tersebut. Pada tahun 2011, jumlah wisatawan domestik meningkat 32 persen atau mencapai sekitar tiga juta orang dibandingkan 2010. Jumlah wisatawan mancanegara juga meningkat 15 persen menjadi 32.385 orang. (tk/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close