Harga Tanah di Jakarta Naik 10-30%
Oleh Eko Adityo Nugroho | Selasa, 21 Februari 2012 | 10:18
Seorang pekerja memasang meteran listrik di sebuah kawasan hunian Serpong Utara, Tangerang Selatan, baru-baru ini. Kebutuhan rumah di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah. Berdasarkan hitungan Real Estate Indonesia, total kebutuhan rumah per tahun bisa mencapai 2,6 juta didorong oleh pertumbuhan penduduk, perbaikan rumah rusak dan backlog atau kekurangan rumah. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN JAKARTA – Harga lahan di Jakarta terus merangkak naik. Tahun ini, harga tanah di DKI Jakarta diperkirakan bertumbuh sekitar 10-30% atau menembus Rp 70 juta per meter persegi (m2). Kenaikan harga ini didorong oleh makin menipisnya ketersediaan lahan di Jakarta untuk pembangunan.
Head of Research Jones Lang LaSalle- Procon Anton Sitorus mengungkapkan, kenaikan harga lahan tersebut sama dengan 2011. Kenaikan harga lahan di Jakarta sebetulnya bervariasi di tiap wilayah. Bervariasinya harga lahan tersebut dikarenakan lokasinya yang jauh dari pusat bisnis maupun kelengkapan infrastruktur yang ada.
“Harga lahan di dalam kota Jakarta bervariasi tiap wilayah, mulai dari Rp 2-70 juta per m2. Harga Rp 2 juta per m2 ada di sekitar wilayah-wilayah perumahan yang kecil, sedangkan Rp 70 juta per m2 biasanya di sekitar pusat bisnis,” ungkap dia saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Senin (20/2).
Kendati demikian, ujar Anton, pihaknya belum pernah melihat ada transaksi penjualan lahan di Jakarta hingga menembus Rp 70 juta per m2. “Ada kabar di lapangan seperti itu, tetapi belum pernah lihat transaksi sebesar itu,” katanya. Dia mengakui harga lahan sebesar itu merupakan pertumbuhan yang sangat besar.
Baca selengkapnya di
Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!