ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Agung Podomoro Rencana Akuisisi Hotel di Bali Rp400 M
Selasa, 14 Februari 2012 | 15:54

JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berencana mengakuisisi satu hotel di Bali tahun ini. Nilai akuisisi hotel diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 miliar.
 
Akuisisi hotel ini merupakan bagian dari rencana ekspansi Agung Podomoro  Land di Bali. Setelah cukup banyak menguasai properti di Jakarta, anak  usaha Agung Podomoro ini tengah gencar untuk mengembangkan hotel, sebagai proyek propertinya di Pulau Dewata tersebut.
 
“Kami akan mengembangkan bisnis perhotelan di Bali, ada rencana  mengakuisisi satu hotel di sana. Nilai akuisisinya sekitar Rp 400 miliar, tapi kami akan join dengan pemilik lahan,” kata Wakil Direktur Utama II PT Agung Podomoro Land Tbk Indra Wijaya kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.
 
Dalam kerja sama kali ini, Agung Podomoro tetap mayoritas, dengan porsi  sebesar 51 persen. Sedangkan sisanya adalah porsi pemilik lahan. Strategi  bekerja sama dengan investor, terutama pemilik lahan, lanjut dia,  merupakan strategi bisnis Agung Podomoro Land, ketika berekspansi ke suatu daerah.

Pemilik lahan yang menjadi mitra perseroan adalah  pengusaha Surabaya.
Meski saat ini hotel tersebut sudah beroperasi, namun kata Indra, hotel  tersebut akan dikembangkan lagi, sehingga bisa memberi hasil yang lebih  baik dari yang ada saat ini.
 
Hotel yang akan diakusisi ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektar (ha)  yang terletak di daerah Seminyak. Dengan aturan pemerintah kota Bali,  tidak ada gedung yang bisa didirikan lebih tinggi dari pohon kelapa.  Sehingga Agung Podomoro berupaya untuk meningkatkan kelas dari hotel  tersebut dibanding meningkatkan tingginya.  “Kami upayakan pengembangan maksimal untuk hotel ini. Saat ini hotelnya, hanya ada empat lantai.
 
Untuk ekspansi ini perseroan sebelumnya telah membentuk dua anak usaha  properti  batu yaitu PT Central Cipta Bersama dan PT Tunas Karya Bersama. 

Dalam keterangan resminya ke Bursa Efek pekan lalu, Indra mengatakan,   perusahaan properti ini didirikan bersama pihak lain yang tidak  terafiliasi, dengan kepemilikan Agung Podomoro  sebesar 51 persen.
 
Salah satu dari anak usaha ini, akan menangani ekspansi Agung Podomoro di Bali. Sementara satu anak usaha lainnya akan melakukan ekspansi bersama pengusaha lokal dan mengembangkan properti Makasar, Sulawesi Selatan. (beritasatu.com)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close