Agung Podomoro Rencana Akuisisi Hotel di Bali Rp400 M
Selasa, 14 Februari 2012 | 15:54
Ilustrasi Agung Podomoro (sumber: Antara) JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berencana mengakuisisi satu hotel di Bali tahun ini. Nilai akuisisi hotel diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 miliar.
Akuisisi hotel ini merupakan bagian dari rencana ekspansi Agung Podomoro Land di Bali. Setelah cukup banyak menguasai properti di Jakarta, anak usaha Agung Podomoro ini tengah gencar untuk mengembangkan hotel, sebagai proyek propertinya di Pulau Dewata tersebut.
“Kami akan mengembangkan bisnis perhotelan di Bali, ada rencana mengakuisisi satu hotel di sana. Nilai akuisisinya sekitar Rp 400 miliar, tapi kami akan join dengan pemilik lahan,” kata Wakil Direktur Utama II PT Agung Podomoro Land Tbk Indra Wijaya kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.
Dalam kerja sama kali ini, Agung Podomoro tetap mayoritas, dengan porsi sebesar 51 persen. Sedangkan sisanya adalah porsi pemilik lahan. Strategi bekerja sama dengan investor, terutama pemilik lahan, lanjut dia, merupakan strategi bisnis Agung Podomoro Land, ketika berekspansi ke suatu daerah.
Pemilik lahan yang menjadi mitra perseroan adalah pengusaha Surabaya.
Meski saat ini hotel tersebut sudah beroperasi, namun kata Indra, hotel tersebut akan dikembangkan lagi, sehingga bisa memberi hasil yang lebih baik dari yang ada saat ini.
Hotel yang akan diakusisi ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektar (ha) yang terletak di daerah Seminyak. Dengan aturan pemerintah kota Bali, tidak ada gedung yang bisa didirikan lebih tinggi dari pohon kelapa. Sehingga Agung Podomoro berupaya untuk meningkatkan kelas dari hotel tersebut dibanding meningkatkan tingginya. “Kami upayakan pengembangan maksimal untuk hotel ini. Saat ini hotelnya, hanya ada empat lantai.
Untuk ekspansi ini perseroan sebelumnya telah membentuk dua anak usaha properti batu yaitu PT Central Cipta Bersama dan PT Tunas Karya Bersama.
Dalam keterangan resminya ke Bursa Efek pekan lalu, Indra mengatakan, perusahaan properti ini didirikan bersama pihak lain yang tidak terafiliasi, dengan kepemilikan Agung Podomoro sebesar 51 persen.
Salah satu dari anak usaha ini, akan menangani ekspansi Agung Podomoro di Bali. Sementara satu anak usaha lainnya akan melakukan ekspansi bersama pengusaha lokal dan mengembangkan properti Makasar, Sulawesi Selatan. (beritasatu.com)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!