CARMELITA HARTOTO
Terobsesi Thai Boxing
Oleh Imam Mudzakir | Kamis, 14 Juni 2012 | 11:42
Meski berpenampilan lembut dan berparas cantik, Carmelita Hartoto menyimpan hasrat yang tinggi untuk menekuni olahraga keras Thai Boxing. Sayang, kesibukannya bekerja membuatnya kewalahan mengatur waktu untuk latihan.
“Saya baru dua kali latihan dan terasa berat, padahal saya ingin sekali latihan. Apalagi, temanteman juga terus mengajak, tapi karena waktunya sempit, saya sering meninggalkan latihan,” kata wanita cantik yang akrab disapa Memey kepada Investor Daily belum lama ini.
Memey memilih Thai Boxing untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Kebugaran tubuh dinilai penting untuk menunjang aktivitasnya yang ‘seabreg’.
“Saya berlatih Thai Boxing agar lebih fresh. Selain itu pijat dan spa. Olahraga sedikit keras ini saya pikir bisa membikin tubuh lebih kuat dan segar,” ujar Memey yang juga hobi membaca buku.
Buku-buku kesukaannya adalah tentang tokoh-tokoh dunia. Buku-buku tersebut dinilai banyak memberikan inspirasi. Selain itu, pemilik gelar Master of Business Administration (MBA) dari Webster University, London, Inggris, 1994 itu, memiliki kegemaran traveling dan kuliner. Dua hobi terakhir itu dilakoninya berbarengan. Ketika melakukan perjalanan wisata, ia tidak hanya ingin menikmati suasana kota yang cantik, tapi juga karena ingin menikmati menu makanan yang lezat.
Kota-kota cantik dengan menu eksotis sudah didatanginya, di antaranya London , Venice , Austria , Tiongkok, dan juga Jepang. “Kita sih senang- senang jalan aja,” ujar Memey yang juga menjabat ketua umum Asosiasi Perusahaan Pelayaran Nasional (Indonesian National Shipowners Association/INSA) itu.
Berbagi Peran
Di sisi lain, Memey mengakui, tidak mudah menjalani perannya sebagai pemimpin sebuah perusahaan, ketua umum INSA, dan ibu bagi anak-anaknya. Dia harus bisa membagi tugas dan pekerjaan secara seimbang.
“Ini sangat penting dalam menjalankan roda kehidupan. Mulai besok saja saya harus ke luar negeri, ya ke Australia nengok anak saya, ini juga bagian dari pekerjaan saya,” imbuh dia.
Carmelita menambahkan, keterlibatannya dalam industri pelayaran yang semula memiliki kesan angker tidak direncanakan sebelumnya. Semua itu bermula ketika sang ayah, Hartoto, pendiri grup Andhika Lines dan mantan ketua umum INSA, wafat pada 1994.
Kariernya yang sudah mapan di sebuah perusahaan trading di London ditinggalkannya demi membesarkan kerajaan bisnis keluarganya, grup perusahaan Andhika Lines. “Semuanya memang tidak direncanakan, tapi kini saya mencintainya. Saya ingin ikut memajukan industi pelayaran nasional, baik dengan aktif di asosiasi terkait maupun dengan di Andhika Lines sebagai salah satu perusahaan pelayaran nasional,” ungkap dia.
Perjuangkan Dunia Pelayaran
Dalam kapasitasnya sebagai ketua umum INSA, Memey mengakui tengah berjuang untuk masyarakat, terutama yang tergabung dalam dunia pelayaran yang saat ini dinilai tengah dianaktirikan oleh pemerintah. Padahal peran dunia pelayaran sangat membantu pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam pengangkutan transportasi laut.
Memey di antaranya terus mendesak pemerintah untuk menerbitkan peraturan dan membentuk Badan Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard). Kedua hal tersebut merupakan amanah dari Undang- Undang No 17/2008 tentang Pelayaran yang belum dilaksanakan hingga saat ini
UU Pelayaran yang berlaku sejak 2008 mengamanahkan agar pemerintah membentuk Badan Penjagaan Laut dan Pantai serta menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Badan Penjagaan Laut dan Pantai, paling lambat tiga tahun setelah UU diterbitkan.
Namun, kedua amanah UU belum dijalankan, padahal UU Pelayaran sudah berlaku sejak empat tahun lalu. Kondisi itu ditengarai telah memicu berbagai penyimpangan pada kegiatan operasional pelayaran nasional, khususnya pelayaran niaga.
“Hingga saat ini masih sering terjadi pungutan di tengah laut yang membuat biaya operasional pelayaran niaga menjadi sangat tinggi,” keluh dia. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!