ERICSON SIBAGARIANG
Terbiasa Berpindah Lokasi Kerja
Oleh Imam Ghazali | Rabu, 1 Agustus 2012 | 13:42
ERICSON SIBAGARIANG, GM Regional Account Management Telkomsel Area Jawa Bali. Foto: Investor Daily/IMAM GHAZALI Berpindah kota dan tempat tinggal karena tuntutan kerja menjadi hal yang biasa bagi Ericson Sibagariang dan keluarga. Begitu pula ketika harus pindah ke Surabaya pada penugasan pertama tahun 2007 dan kedua pada 2011.
Total sudah dua tahun Ericson hidup dan menetap di kota Surabaya. Ericson Sibagariang dan keluarga menyukai Surabaya karena dinilai culture penduduknya kurang lebih sama dengan kampung halaman di Medan dengan pola keterbukaan (ceplas ceplos).
“Totally kami sekeluarga sangat menyukai kota ini sebagai miniatur kota megapolitan dengan berbagai macam khas kuliner yang bisa memuaskan,” katanya.
Ericson awalnya mengaku sempat tidak menyukaiKota Pahlawan ini karena dinilai mampu mengubah logat/cengkok dari dua anaknya Gabrielle (Gaby) 11 tahun dan Joellyn (Joey) 9 tahun, menjadi dialog arek Suroboyoan. Namun baginya tidak menjadi masalah besar karena yang terpenting kedua anaknya bisa menikmati kota Surabaya.
“Kami sekeluarga sangat senang dan terkesan dengan dua kota yaitu Balikpapan dan Surabaya,” jelasnya.
Ericson Sibagariang menambahkan Balikpapan adalah kota pertama yang didiaminya di luar Jakarta. Balikpapan adalah kota kecil yang sangat maju dan kondusif untuk tinggal dan bekerja penuh warna karena sangat heterogen penduduknya.
Sementara Surabaya, kata dia, sempat menjadi ‘kota transit’ buatnya sepanjang 2007 yang lalu, karena kesibukan pekerjaan sehingga tidak sempat menikmati kota ini kecuali kulinernya. Ngobrol santai dengan teman-teman di luar jam kerja terkadang sambil explore kuliner, kalau ada waktu belajar memukul bola kecil di driving range.
“Olahraga yang paling saya gemari berenang dan joging. Untuk golf hanya sesekali,” ujarnya. Ericson Sibagariang mengaku sangat suka makanan serbapedas jadi cocoklah dengan makanan khas Suroboyoan di mana banyak jenis penyetan dengan beragam sambel yang pedas.
Mulai tempe, ikan pari, lele, dan sejenisnya. Selain itu, ada makanan khas dari tanah Batak yang sangat saya sukai (makanan favorit) namanya ayam gota.
“Hanya saja untuk mendapatkannya di Surabaya tidak bisa, gantinya dengan menyantap aneka jenis makanan khas Surabaya yang juga dikenal pedas,” katanya.
Tentang target pribadi yang spesifik jelas Ericson Sibagariang tidak ada. Dalam setiap pekerjaan selalu mencoba dan berusaha untuk berbuat dan memberikan yang terbaik saja yang saya punya dan bisa saya lakukan (do the best and let God do the rest).
Selain itu, dia juga selalu berusaha bersyukur terhadap apa yang dia punya dan menjalani hidup normal yang penting bisa berguna buat keluarga, orang lain dan lingkungan di manapun.
Semangat dan moto kerja yakni We Deliver Solutions. “Kami ingin menjadi bagian dari bisnis proses pelanggan korporat melalui produk dan solusi andalan kami,” katanya.
Salah satu perbedaan utama kami dalam memberikan layanan dan solusi untuk pelanggan korporat adalah layanan dan sentuhan personal (touch by human) di mana pihaknya juga punya tim yang disebut dengan Account Manager (AM) yang tersebar di semua kota di mana pelanggan kami ada.
“Peran AM tadi berfungsi sebagai konsultan terhadap pelanggan korporat dimaksud, sehingga kebutuhan masa depan pelanggan kita dapat ketahui dan kita berikan saat ini. Telkomsel dipercaya oleh masyarakat seluler di Indonesia di semua segmen termasuk segmen korporat masih tetap menjadi leader (63%) karena Paling Indonesia compare to others,” tegasnya.
Ericson Sibagariang menambahkan Telkomsel menggarap segmen korporat lewat Corporate Business Solutions (CBS). Saat ini ada lebih dari 8.000 perusahaan yang menjadi pelanggan korporat Telkomsel dengan sejumlah layanan yang ada di solusi bisnis korporat, antara lain, Mobile Virtual Private Network (MVPN) dan Web2SMS.
Di corporate business solutions ini, requirement- nya berbeda-beda, sesuai kemauan dari pelanggan korporat. Misalnya dengan MVPN, biaya komunikasi perusahaan dapat dihemat. Para karyawan di perusahaan pengguna layanan tersebut akan memakai ponsel berbasis GSM perusahaan yang dapat dikelompokkan menjadi grup-grup dengan tarif yang berbeda.
Adapun dengan Web2SMS, para karyawan dan pelanggan perusahaan bisa berkomunikasi dan memberikan informasi lewat layanan pesan pendek (SMS). (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!