ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

XU KECHENG,

Terapkan Pengobatan Kasih Sayang untuk Penderita Kanker
Oleh Euis Rita Hartati | Jumat, 3 Februari 2012 | 12:12

XU KECHENG, President Fuda Cancer Hospital Guangzhou. Foto: Investor Daily/istimewa XU KECHENG, President Fuda Cancer Hospital Guangzhou. Foto: Investor Daily/istimewa

Sekian lama menangani pasien tumor ganas dan kanker, membuat Xu Kecheng memahami bahwa yang dibutuhkan pasien bukan hanya bentuk pengobatan secara medis, melainkan juga ketulusan hati, perhatian, dan kasih sayang. Ikatan batin kepala Rumah Sakit Fuda Guangzhou ini juga sangat kuat dengan setiap pasien dan merasakan ’nasib’ yang sama, mengingat dia juga adalah seorang penderita kanker.
 
“Saya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh penderita kanker, karena saya juga penderita kanker. Jadi saya ini seorang dokter, kepala rumah sakit, dan juga penderita kanker,” kata Xu Kecheng kepada Investor Daily, belum lama ini.

Sepintas memang tak nampak bahwa pria berusia 72 tahun ini adalah seorang penderita kanker lever. Wajahnya terlihat segar dengan tubuh bugar. Bahkan Xu Kecheng terlihat lebih muda dibanding usianya.

“Saya divonis menderita kanker lever dan usia saya diperkirakan hanya dua tahun. Bohong kalau saya bilang tidak takut saat pertama kali mendengar vonis itu, karena kanker lever itu berat. Rajanya kanker. Saya sangat ketakutan dan sedih, bercampur aduk. Namun, akhirnya saya bisa melewati masa itu. Saya bersyukur bahwa ini adalah tahun keenam saya diberi kehidupan. Secara medis, saya telah melewati masa krisis,” paparnya dengan mata berkaca-kaca.

Xu Kecheng memang memiliki garis keturunan penderita kanker. Sang ayah 40 tahun lalu meninggal dunia juga akibat kanker lever, dan hanya bertahan 2,5 bulan. Dengan tekad yang bulat untuk bisa sembuh, ditambah dukungan yang sangat besar dari istri, anak, keluarga, dan kerabat, dia pun mulai menjalani berbagai terapi dan pengobatan untuk melawan penyakitnya tersebut.

“Yang selalu saya tekankan kepada penderita kanker adalah jangan putus asa. Yakinkan diri bahwa Anda bisa sembuh. Keyakinan itu harus ada bukan hanya pada dokter yang menangani tapi juga pasien,” tegasnya.

Menurut Xu Kecheng, faktor kesembuhan juga terletak pada ketepatan diagnosa dan metode penyembuhan yang dipilih dokter untuk pasiennya.

Secara pribadi, Xu Kecheng menolak pemakaian metode kemoterapi dan radiasi untuk kanker levernya. “Kalau saya dulu memakai metode itu, mungkin saya tidak bisa duduk di sini bersama Anda,” kata pengarang beberapa buku ilmu kedokteran ini.

Dia mengaku bahwa hingga kini masih menjalankan terapi yakni untuk meningkatkan antibodi. “Sel kanker itu sangat licik. Jadi, kita harus berperang melawannya,” kata dia.

Setiap hari, di sela rutinitasnya mengobati pasien dan mengisi berbagai seminar, dia juga menyempatkan diri berolah raga dan refreshing bersama keluarga. Seperti yang dilakukannya kini, dengan berlibur ke Bali, bersama istri, anak, menantu dan cucu kesayangan, untuk merayakan Imlek bersama.

“Selain hidup sehat dengan berolah raga dan makan makanan sehat, saya harus mengisi hari-hari saya dengan kebahagiaan,” ujar dosen tamu Nantong University dan Shenzhen University ini.

Kepada para pasien yang ditangani, Xu Kecheng mengaku menganggapnya sebagai keluarga. Salah satu pasien yang ditanganinya adalah Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih. Bahkan dalam buku yang diterbitkannya dalam tiga bahasa (Inggris, Indonesia, dan Mandarin) berjudul Saya Bicara Jujur Kepada Penderita Kanker, Menkes memberikan kata pengantar mengenai kesan- kesannya selama menjalani pengobatan bersama Xu Kecheng dan tim di RS Fuda.

Tak jarang dia menerima pasien yang sudah dalam kondisi kritis dan tidak ada rumah sakit yang bisa menyembuhkannya. “Terkadang, orangtua pasien yang begitu yakin bahwa hanya saya yang mampu menyembuhkannya. Ini yang memberi saya kekuatan. Seperti pasien penderita tumor ganas di perut dari Arab Saudi yang baru-baru ini saya tangani, seorang anak berusia 11 bulan. Syukurlah, anak itu kini sehat,” katanya.

Ada hal unik yang kerap dilakukan Xu Kecheng yang mungkin tidak dilakukan banyak dokter terhadap pasien. Dia kerap mengunjungi sang pasien, dimanapun lokasinya. Hal ini dilakukan tidak saja untuk tetap menyambung silaturahmi, tapi juga untuk mengetahui perkembangan kesehatan sang pasien.

“Pasien saya datang dari Yaman, Australia, Filipina, Malaysia, termasuk Indonesia. Belum lama ini saya mendatangi mantan pasien saya yang ada di Tasikmalaya,” katanya.

Berbagi Ilmu
Menurut Xu Kecheng, setiap manusia dalam tubuhnya memiliki sel kanker, sekaligus antibodi. “Kenapa ada orang yang terkena kanker ada yang tidak, tergantung mana yang lebih dominan di tubuh orang tersebut,” katanya.

Dia pun memberi tips agar antibodi bisa memerangi sel kanker, yakni tidak stres, rajin berolah raga, makan makanan yang sehat, dan hidup bahagia. “Jangan lupa, kerja itu juga olah raga, dan memberikan kesenangan. Jadi, jangan stres karena kerja. Harus dinikmati,” katanya.

Xu Kecheng mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki tenaga andal di bidang medis, termasuk dalam menangani pasien kanker. Dia pun tak pernah ragu untuk membagi ilmu kepada siapapun yang berminat untuk mempelajari metode penyembuhan penyakit kanker.

“Kami, khususnya dari RS Fuda sangat terbuka bagi siapapun untuk mengetahui lebih jauh tentang penanganan kanker, khususnya bagi dokter maupun rumah sakit Indonesia. Apalagi hubungan Indonesia Tiongkok sangat baik,” katanya.

Menurut rencana, tahun depan pihaknya akan mengadakan sebuah konferensi tingkat dunia ke-18 yang akan diikuti para dokter ahli. “Setelah saya merasakan keindahan dan keramahan Bali. Saya tidak ragu untuk merekomendasikan Bali sebagai tempat pelaksanaan kongres mendatang,” kata pria bershio Naga ini. (*)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close