ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

ROOSARI TYAS WARDANI,

Sempatkan Memasak untuk Keluarga
Oleh Tri Murti | Selasa, 21 Februari 2012 | 10:22

ROOSARI TYAS WARDANI, Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Foto: dok. pribadi ROOSARI TYAS WARDANI, Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Foto: dok. pribadi

Memiliki seabrek kegiatan yang harus dijalani sebagai salah satu pejabat eselon I di lingkup Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tak membuat Roosari Tyas Wardani melupakan kewajibannya sebagai istri dan ibu bagi kedua anaknya. Bahkan, setiap pagi, dia masih menyempatkan diri memasak untuk keluarga tercinta.

“Memasak untuk keluarga merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang. Selain memang saya hobi memasak,” kata Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kemenakertrans ini kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Wanita asal Jawa Timur itu mengaku mahir memasak berbagai jenis masakan, mulai dari sajian khas Jawa hingga spageti. Tak hanya memasak, Roosari mengaku pada Sabtu dan Minggu dia tak segan mengambil alih tugas pembantu yang bekerja di rumahnya. “Sabtu-Minggu, hari-hari itu pembantu kami bisa libur, dan saya yang jadi pembantu,” ujar wanita ramah itu.

Selain hobi memasak, dia juga penikmat sejati aneka masakan. Roosari mengaku hapal dengan tempat-tempat kuliner yang menyajikan makanan lezat. Di rute perjalanan menuju tempat asalnya di Jawa Timur saja, dia setidaknya mengenal 20 tempat kuliner. “Di Yogya, saya tahu ada tempat yang menawarkan masakan tengkleng, yakni di Jalan Imogiri. Kemudian, ada sajian udang saos tiram di kawasan Pantai Utara Jawa, daerah Batang, Jawa Tengah,” ujar dia seakan berpromosi.

Hobi kulinernya ini bisa tersalurkan, apalagi dia juga memiliki hobi traveling. Memperkenalkan keindahan alam Indonesia kepada putra- putrinya menjadi salah satu alasan Roosari kerap traveling bersama keluarga.

Menurut dia, pesona alam Nusantara telah membuat dirinya tak lagi tertarik berlibur ke mancanegara. “Kondisi alam Indonesia jauh lebih bagus, jadi untuk apa kita justru ke Singapura,” katanya.

Lokasi wisata yang memadukan keindahan alam pegunungan dan pantai, menjadi tempat paling favorit bagi Roosari dan keluarganya. Dia juga menyebut dua kawasan wisata di Lombok, yakni Pantai Senggigi dan Gili Trawangan, sebagai tempat yang sangat indah, sehingga sangat layak dikunjungi.

Kawasan lain seperti Ujung Kulon dan Pantai Parang Tritis juga menjadi objek wisata yang dinilai amat sayang untuk dilewatkan. Namun, kini Roosari mengaku agak kesulitan untuk sekadar menemani putra-putrinya yang tengah liburan.

“Bagaimana lagi, Sabtu-Minggu saya sibuk kunker (kunjungan kerja), jadi itu terbentur tanggung jawab. Tapi, kami maintain saja sehingga di sela kesibukan kerja, kami tetap coba pergi bersama, paling ke kota Bandung, karena ke sana hanya butuh waktu dua jam,” papar dia.

Bantu Transmigran
Sebagai dirjen P2MKT, Roosari bersama jajarannya memiliki tugas mulia, yakni memastikan para transmigran baru tercukupi kebutuhan dasarnya. Sesuai Undang- Undang 29/2009, kata dia, pembinaan permukiman dan masyarakat transmigran dilakukan selama lima tahun.

“Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, kami juga memberikan stimulant agar transmigran bisa hidup mandiri, survive, dan kawasannya menjadi berdaya saing,” kata dia.

Roosari juga berkomitmen untuk menerapkan program percepatan kemandirian di lokasi permukiman transmigrasi baru. Dengan keterbatasan anggaran, dia pun mematok minimal kondisi 50 permukiman transmigrasi sudah baik pada tahun ketiga, sehingga dua tahun berikutnya roda perekonomian di area itu sudah bisa berjalan.

“Di kawasan transmigran baru di Kendari, misalnya tahun ketiga transmigran sudah bisa tertawa. Mereka begitu gembira ketika listrik bisa dibangkitkan dari PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) dan air bisa keluar dari sumur bor. Bahkan, mereka langsung melakukan syukuran dengan memotong sapi,” tutur dia.




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close