RODOLFO PAGUIA PANTOJA
Rindu Menunggangi Motor
Oleh Imelda Rahmawati | Kamis, 2 Februari 2012 | 11:44
RODOLFO PAGUIA PANTOJA, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk. Foto: Investor Daily/IMELDA RAHMAWATI Menunggangi motor menjadi lambang kebebasan Rodolfo Paguia Pantoja. Sayangnya, kesibukannya bekerja mengurangi kesempatan untuk melakoni hobinya sejak di Manila, Filipina.
Ada banyak harapan yang ingin diwujudkan Rodolfo di Tahun Naga, 2012. Salah satunya adalah berharap bisa kembali menekuni hobi lamanya, mengendarai sepeda motor. Baginya, menunggangi motor adalah kebebasan dirinya. “Ketika mengendarai motor saya mendapatkan kebebasan, sekarang juga jarang,” kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Begitu rindu dengan hobi yang biasa ia lakoni dulu di Manila, pria murah senyum itu berencana membuat perkumpulan pengendara motor di perusahaannya. “Mungkin tahun depan saya dan teman- teman akan buat Smartfren Quick Motorcycle atau yang sejenis dengan itu. Perkumpulan kecil-kecilan saja dengan teman kantor yang setiap weekend berkeliling kota Jakarta menggunakan motor,” ujar pemilik sebuah motor Harley Davidson itu.
Selain naik motor, dia juga berharap, bisa lebih banyak waktu untuk bercengkrama dengan alam. Setidaknya seminggu sekali, ia melakukannya sembari bermain golf di padang rumput berpemandangan indah.
“Saya suka main golf karena hobi tersebut memungkinkan saya untuk menikmati alam dan melihat pemandangan di sekitar lapangan golf tersebut. Itu membuat saya merasa rileks dan damai,” ujar Rodolfo.
Mungkin pula untuk menikmati pemandangan lebih lama, ia jarang menggunakan jasa caddy ketika bermain golf. Rodolfo juga lebih menyukai berjalan kaki ketimbang duduk di kendaraan yang biasa berkeliaran di lapangan golf.
Seperti pegolf lainnya, Rodolfo juga merasakan keuntungan lain dari bermain golf. Salah satunya adalah kesempatan untuk terus mengembangkan diri. “Menurut saya, golf adalah permainan yang sangat menantang karena kita dituntut untuk terus bermain lebih baik dan baik lagi. Tidak pernah ada kata akhir untuk memacu diri kita menjadi lebih baik di permainan ini,” jelas pria berkewarganegaraan Filipina yang lahir di Manila pada 30 Mei 1954.
Hanya sayangnya, sepanjang 2011, ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk menikmati hobi tersebut. Maklumlah, 2011 dipandangnya sebagai tahun yang menantang di sisi pekerjaan sehingga sebagai pemegang posisi teratas di perusahaan telekomunikasi CDMA Tanah Air, waktu untuk bermain golf pun harus dikorbankan.
“Tahun lalu banyak tantangan di pekerjaan, biasanya saya main golf setiap akhir pekan namun tahun lalu hanya bisa dua kali dalam sebulan. Semoga saja di tahun 2012 saya bisa bermain golf secara rutin lagi,” ujar dia.
Sekilas tentang riwayat pekerjaannya dan pendidikannya, Rodolfo berhasil memegang gelar master dalam bidang management business dari Asian Institute of Management pada 1979, serta pemegang bachelor of science in commerce and bachelor of art degree dari De la Salle University pada 1975.
Di Indonesia, ia cukup dikenal sebagai sosok yang berkecimpung di dunia telekomunikasi. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur dari PT Sierad Produce Tbk, sebuah perusahaan terbuka di Indonesia, ia juga pernah menduduki berbagai jabatan manajerial pada senior level di berbagai perusahaan seperti PT Excelcomindo Pratama (sekarang PT XL Axiata) salah satu operator telekomunikasi GSM di Indonesia, yang pada saat itu masih bernaung di bawah bendera Rajawali Group, PT Bentoel. Lepas dari XL, ia menjabat sebagai Presiden Direktur Smartfren Telecom Tbk hingga kini.
Sayang Keluarga
Selama di Indonesia, Rodolfo terkadang masih menyempatkan bertemu dengan teman satu negaranya. Di kesempatan itu, mereka tak menyia- nyiakan diri untuk melakukan hobi bersama baik golf maupun mengendarai motor bersama.
Maklumlah, di Indonesia, ia hanya tinggal bersama istri saja. Empat anak-anaknya berada di luar negeri. Meski begitu, keluarga menjadi hal yang penting bagi dirinya. Tidak penting jika ia dan istri tidak melakukan sesuatu hal yang spesial setiap minggu atau setiap bulan. Berdiam di rumah dengan istri, baginya sudah cukup untuk waktu berkualitas bersama keluarga.
Rodolfo menganggap dirinya sebagai sosok ayah yang pengertian. Menurut dia, orang tua harus mendukung apa pun yang anaknya pilih. Ia juga membebaskan anaknya untuk mengejar impian mereka meskipun artinya harus berpisah dengan anakanaknya tersebut. Sebagai ayah dari empat orang anak, dua perempuan dan dua laki-laki, ia tidak pernah memaksa mereka untuk cepat menikah dan mempunyai anak.
Menurut dia, memaksakan kehendak terhadap anak kurang baik. “Saya ingin anak-anak saya bahagia meskipun mereka di luar negeri. Menurut saya yang penting adalah membebaskan mereka mengejar impian jika itu memang membahagiakan mereka,” kata dia. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!