CISCA WIDYANTI ALIMIN,
Piawai Bermain Gitar Klasik
Oleh Heriyono | Kamis, 9 Februari 2012 | 14:49
Proyek Superblok Green Bay Pluit PT Agung Podomoro Land Tbk menjadi latar belakang kegiatan nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (7/2). Setelah berhasil melewati target penjualan tahun lalu, PT Agung Podomoro Land Tbk enggan mematok target terlalu tinggi tahun ini. Pengembang ini hanya mematok target penjualan tahun 2012 sebesar Rp 4,3 triliun atau hanya tumbuh single digit ketimbang hasil penjualan tahun lalu senilai Rp 4,2 triliun. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO Jemari lentik itu asyik memainkan senar-senar gitar, membawakan lagu klasik karya gitaris klasik legendaris asal Spanyol, Fernando Sor. Selanjutnya, dari jemari milik Sekretaris Perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk Cisca Widyanti Alimin ini mengalun lagu klasik kedua karya gitaris legendaries lainnya yang juga berasal dari Spanyol, Francisco Tárrega.
“Saya mengenal musik sejak kelas 5 SD. Selain klasik, saya juga menyukai aliran musik rock,” kata perempuan cantik dan murah senyum ini kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (8/2).
Perempuan kelahiran Bandung, 29 April 1969 ini pun bercerita tentang kegemarannya memainkan alat musik terinspirasi dari sang paman, Eddy Entum, yang bersahabat akrab dengan musisi terkenal asal Bandung, (alm) Harry Roesli.
“Saya memang tertarik bermain gitar. Ibu saya juga mewajibkan semua anaknya mengenal alat musik. Selain gitar, saya juga bermain piano dan electone. Biasanya, saya main gitar atau piano di waktu senggang atau kalau saya lagi bete,” ujar perempuan yang akrab disapa Cika ini, sambil tersenyum.
Cika menjelaskan, di rumah dirinya memiliki dua buah gitar merek Yamaha dan Alvarez Yairi. Lulus dari SMA Negeri 6 pada 1987, perempuan bersuamikan Indra Wardi ini langsung mengikuti pertukaran pelajar di Central Catholic High School, Lafayette, Indiana, Amerika Serikat (AS), dan menamatkan pendidikannya pada 1988. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan di University of Indianapolis, AS, bidang Business Administration, dan meraih gelar Bachelor of Science pada 1992.
“Di sela kesibukan saya belajar atau kuliah di AS, saya sempat ikut konser kecil-kecilan. Lumayan bisa mengasah kemampuan bermain musik saya. Namun, saya tak pernah membuat grup musik,” jelas ibu dari Athiya Fakhira (13 tahun), Irsalina Mardhiya (11), dan Rifat Trezandika (4), ini.
Menurut Cika, saat bermain musik, terutama gitar, bunyi petikan dawainya bisa membuat hati tentram dan damai. Dia berkisah, alunan nada nada musik adalah senandung lembut yang kerap hadir di lembah lembah imajinasi.
“Jika nada-nada itu dilantunkan dalam melodi kesedihan, ia menghadirkan kenangan silam di saat gundah dan putus asa. Tapi jika di lantunkan pada saat hati senang, musik menghadirkan kenangan silam di saat damai dan bahagia,” katanya.
Secara global, lanjut perempuan yang bekerja di Medco Energi sejak 1995 ini, musik adalah sesuatu yang indah dan patut dinikmati dan dirasakan. Selain itu, musik bersifat universal.
“Pada dasarnya setiap orang menyukai suara yang indah, dalam hal ini nada-nada yang tersusun secara rapi sehingga menghasilkan musik yang enak didengar. Setiap orang bebas tanpa terikat oleh jarak dan waktu untuk bisa menikmati musik,” ujar perempuan yang pernah bekerja sebagai staf kontrak di Mobil Oil Indonesia Inc pada 1993 ini.
Cika menambahkan, musik juga bisa menyatukan dan menjangkau masyarakat. Selain itu, musik kini telah menjadi bagian hidup dari manusia yang tak terpisahkan. “Tanpa musik, dunia akan hambar. Dengan musik, kita bisa mengekspresikan diri, baik sedih dan senang,” katanya.
Baca Novel
Hobi lainnya dari sosok Cika adalah membaca novel karya John Ray Grisham dan Danielle Steel. Menurut Cika, John Ray Grisham adalah seorang novelis sekaligus mantan politikus dan pensiunan pengacara di AS.
“Dia dikenal sebagai penulis novel bertema hukum. John Grisham salah satu novelis terlaris di dunia. Namanya juga bisa disejajarkan dengan novelis dunia lainnya, seperti Tom Clancy dan JK Rowling,” kata Cika.
Novel karya John Grisham yang telah dibaca tuntas oleh Cika antara lain, The Firm, The Pelican Brief, The Client, The Chamber, The Rainmaker, dan The Runaway Jury. Karya lainnya, The Partner, The Street Lawyer, The Testament, The Brethren Majelis, A Painted House, dan The King of Torts.
Sedangkan novel karya Danielle Steel, lanjut Cika, lebih bersifat romantis. Novel Danielle Steel yang telah dibaca Cika antara lain, Now And Forever, The Promise, The Ring, To Love Again, Loving, Once In A Lifetime, A Perfect Stranger, Daddy, Heartbeat, No Greater Love, Accident, dan The Klone And I.
“Selain main gitar, piano, dan membaca novel, saya juga suka memasak, terutama masakan Padang, Sunda, Korea, Jepang, Italia, Meksiko, dan Amerika,” katanya. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!