ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

ADITYAWARMAN

Penikmat Dangdut Rhoma Irama
Oleh Imam Mudzakir | Kamis, 26 April 2012 | 11:54

Menikmati musik dangdut, khususnya lagu Rhoma Irama, menjadi kesukaan Adityawarman. Hobinya yang merakyat ini sejalan dengan kesukaannya menikmati makanan tradisional di warung kaki lima. Sosok Adityawarman memang seperti masyarakat Indonesia kebanyakan. Ia sangat menyukai musik rakyat, dangdut.

“Saya paling suka mendengarkan musik tradisional seperti musik rakyat yang ndeso….heee…dangdut.. jangan diketawaiin yaa.. apalagi dengerin lagu dangdut Rhoma Irama. Karena isinya kalau disimak adalah pesan moral, seperti lagu Judi, Mabok, dan lainnya,” kata Adityawarman kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Tapi kalau disuruh menyanyi, ia mengaku tidak jago. “Kalau menyanyi, saya terus terang kalah jauh, apalagi dengan Pak Frans (Mantan Dirut Jasa Marga sebelumnya). Saya hanya penikmat musik saja, khususnya dangdut. Lagu barat kayaknya saya nggak begitu suka,” katanya.

Dalam perbincangan yang berlangsung sekitar setengah jam, Adityawarman dengan lugas dan terbuka bercerita tentang hobi dan selera makanannya. Pria kelahiran Palembang 1955 silam ini, mengaku tidak memiliki pantangan dalam urusan makanan.

Kendati demikian, saat ini ia mengurangi makan daging karena faktor umur. “Kalau urusan makanan, tidak ada pantangan, ya memang saya kurangi daging-dagingan,” kata dia.

Tapi kalau ikan, ia mengaku paling menyukai. Apalagi bila melahapnya bersama lalapan dan sambal. “Seperti makanan sunda, saya suka daun-daunan. Saya suka juga gudeg. Kalau soto makassar kayaknya perut saya sudah tidak bisa menerima lagi, (karena) umur,” tawanya.

Untuk tempat makan, Aditya juga termasuk yang tidak rewel. Makan di warung kaki lima juga dilakukannya. Pria beranak dua ini tidak sungkan makan di warung kaki lima. “Karena rasanya nikmat, apalagi makan bersama temanteman lebih nikmat katanya. “Apa saja aku suka, jajanan seperti tahu gejrot asal Cirebon ini saya juga senang,” kata dia.

Catur dan Golf
Karena senang makan, Adit mengimbanginya dengan rajin berolahraga. Semua bidang olahraga ia senangi, baik sepakbola, tenis, bulutangkis, catur, dan golf. “Catur aku suka, kadang bermain sama teman sejawat. Tapi saat ini yang sedang saya sukai bermain golf,” ungkap Adit.

Menurutnya, ada hal yang menarik dari bermain golf. Salah satunya adalah bisa menilai karakteristik dan watak seseorang dilihat dari permainannya. “Kelihatan kok watak dan karakter seseorang dari cara main golfnya,” ungkap dia.

Bermain golf, kata dia, juga bisa belajar bermanajemen yang baik dan profesional. “Sekarang kita lagi belajar manjemen dari golf dan itu ada di dalamnya, kalau kita simak betul,” kata dia.

Dari bermain golf, seseorang bisa terlihat apakah mempunyai karakter defensif, kalem, dan lainnya. “Mudah-mudahan saya bukan karakter yang defensif. Karena semua kritikan yang diterima saat ini bukan dijadikan sebagai kritikan tetapi ini sebuah masukan bagi kami dan juga perusahaan terutama Jasa Marga dalam rangka perbaikan manajemen,” ujar dia.

Pria asal Palembang ini menilai, terpenting dalam setiap pekerjaan tentu mengetahui apa yang harus dilakukannya di lapangan. Jadi setiap karyawan Jasa Marga harus menguasai medan atau lapangan yang dikerjakannya. Jadi ketika ada masalah bisa segera diatasi dengan baik.

“Kalau tidak tahu masalah dan tidak tahu lapangan, ya susah mau menyelesaikan apa, dan ini tentu harapan kami, untuk karyawannya, sehingga bisa ambil keputusan cepat,” tegas dia.

Ia optimistis, pada masa kepemimpinannya, Jasa Marga akan terus berkibar dan menjadi perusahaan go public yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga negara. Dengan kemampuan Jasa Marga saat ini, ia siap diperintahkan negara atau pemerintah untuk membangun jalan tol baru. Terutama dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Bahkan Jasa Marga saat ini sedang membangun 9 proyek tol baru dengan nilai investasi Rp 25 triliun di sejumlah wilayah, baik di Jawa maupun juga non-Jawa seperti di Bali. “Jasa Marga siap selalu untuk ekspansi,” tegas dia. (*)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.
Close