AYU HAKIM
Menggali Kreativitas untuk Rumah Maroko
Oleh Happy Amanda Amalia | Kamis, 21 Juni 2012 | 11:30
AYU HAKIM, Direktur Medi-Terra Incognita. Foto: Investor Daily/HAPPY AMANDA AMALIA Terinspirasi dari kunjungan liburan bersama keluarga ke Maroko akhir 1990-an, Ayu Hakim mewujudkan mimpinya dengan membangun function house Medi-Terra Incognita (Morocco Andalucia) atau yang biasa disebut dengan Rumah Maroko, yang berdesain cantik ala Timur Tengah.
“Awalnya, saat berkunjung untuk liburan di Maroko, keluarga kami juga sedang melakukan pembangunan rumah. Tapi belum tahu akan didesain seperti apa. Begitu melihat Maroko dan melihat yang unik-unik di sana, mulai dari arsitektur, desain, hingga makanan, membuat kami terkesan sekali, sampai memutuskan untuk menuangkan ide ini ke rumah yang kami bangun,” ujar Ayu Hakim, pemilik Rumah Maroko kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Rumah Maroko ini, lanjut Ayu, awalnya akan dijadikan tempat untuk berkumpul bersama keluarga, teman-teman dan kerabat. “Kami sering mengadakan kumpul-kumpul bareng keluarga, tapi kalau di rumah sendiri, repot. Harus memindah- mindahkan furnitur, geser sana geser sini. Dengan adanya tempat ini, kami jadi lebih mudah mengadakan kumpul-kumpul. Tapi, tempat ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum juga,” jelas perempuan kelahiran Jakarta, 10 Maret ini.
Ayu mengungkapkan dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk membangun rumah ini agar sesuai dengan yang diinginkan. “Sekitar 6- 7 tahun untuk membangunnya. Itu juga karena cocok-cocokan dengan arsiteknya. Terkadang mereka juga punya konsep sendiri tapi dari kami juga punya konsep mengenai bangunan yang akan kami buat makanya besaran biaya yang dikeluarkan juga sampai tidak tahu, karena banyaknya perubahan,” jelasnya.
Untuk membangun Rumah Maroko ini juga dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Karena itu, kata Ayu, dirinya bersama keluarga sangat berperan besar dalam menyumbangkan berbagai ide dan saran, sehingga menghasilkan sebuah rumah yang indah serta berbeda dari yang lain.
“Tapi kreativitas tidak berhenti sampai di pembangunan Rumah Maroko saja. Tempat ini kan berbeda dengan hotel yang memiliki banyak servis, sampai tersedianya restoran. Sedangkan Rumah Maroko hanya berupa rumah yang difungsikan untuk dijadikan tempat berkumpul secara private. Itulah yang jadi tantangan buat kami dalam memaintenance tempat ini. Kami harus kreatif menciptakan tempat yang nyaman dan membuat klien serasa di rumah, untuk itu kami juga harus bisa mengusahakan apa yang diinginkan klien,” jelasnya.
Kreativitas yang dilakukan, kata Ayu, juga tidak mudah. Pasalnya, dia harus menjaga agar klien yang memakai tempat ini untuk berikutnya tidak kecewa. “Maka itu, kami harus menjaga tempat ini tetap sama seperti per tama kali klien menggunakannya, tetap terjaga untuk jangka panjang. Maka itu kami tidak ada rencana untuk mengganti cat atau desain, ini keunikan yang ada di Rumah Maroko,” tuturnya.
Perempuan tinggi semampai lulusan Babson College, jurusan Master Business Administration (2000 – 2002) ini tidak hanya mewujudkan kreativitas pada Rumah Maroko saja, melainkan juga pada kehidupannya sehari-hari. Dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya, Ayu juga selalu mencari solusi out of the box.
“Penting sekali untuk selalu memiliki kreativitas di kehidupan sehari- hari. Dalam menyelesaikan masalah juga harus berpikir out of the box, karena nggak semua masalah bisa diselesaikan dengan solusi yang sesuai norma-norma yang ada. Terkadang dengan kreatif bisa membuat kita lebih ulet di kehidupan dan di kerjaan,” katanya.
Sibuk mengurus Rumah Maroko maupun menggeluti bidang digital publishing developer, tidak membuat dirinya larut dalam pekerjaan berkepanjangan hingga menimbulkan stres. Perempuan yang fasih berbahasa Spanyol ini mengaku harus menghindari stres, berdasarkan pengalaman yang dirasakannya.
Bagaimana menghindari stres? Ayu menyebutkan harus memiliki keseimbangan dalam hidup dan pekerjaan. “Stres itu bahaya. Terus terang saya yakin orang di sini kena stroke, serangan jantung itu berasal dari stres maka itu harus balance dalam kehidupan,” katanya.
Untuk menghilangkan stres, kata dia, dengan melakukan kreativitas berdasarkan hobi. “Stres bisa datang kapan saja, tergantung dari kitanya saja untuk bisa melakukan keseimbangan misalnya melalui sharing dengan teman atau seorang profesional yang paham akan masalah kita,” urainya. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!