Riva Ariani
Menemukan Kehidupan di Pendidikan
Oleh Mardiana Makmun | Jumat, 20 Juli 2012 | 13:23
Riva Ariani, Pemilik dan Direktur Sekolah Global Mandiri. Foto: Investor Daily/ MARDIANA MAKMUN Hidup mengalir seperti air. Dari seorang PNS, ibu rumah tangga, kini Riva Ariani menemukan muara kehidupannya di dunia pendidikan. Misinya menciptakan generasi berkualitas melalui pendidikan lokal berkonsep global.
Sosoknya sangat sederhana dan ramah. Wajar kalau banyak orang tidak menyangka, Riva adalah pemilik Sekolah Global Mandiri (SGM), Legenda Wisata, Cibubur. Berbincang dengannya sebentar saja, terlihat, Riva memiliki passion yang kuat di dunia pendidikan. “Pendidikan kini menjadi passion saya,” kata Riva Ariani, kepada Investor Daily di Sekolah Global Mandiri, Rabu (18/7).
Menyimak alur hidupnya, kita pasti geleng-geleng kepala. Semuanya mengalir saja, tanpa direncanakan. Tetapi ketika sudah memutuskan, dia memiliki komitmen kuat untuk menjalaninya.
Karier Riva diawali dengan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Keuangan. Sepuluh tahun berkarier menjadi PNS, pada 2003, Riva memutuskan berhenti. “Sebagai PNS, saya harus siap dimutasi ke berbagai daerah. Suami tidak mengizinkan karena kami harus berpisah tempat tinggal. Meski berat, akhirnya saya putuskan berhenti bekerja,” kenang perempuan kelahiran Palembang, 10 Mei 1967.
Selama beberapa saat, Riva menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga. Suatu saat, mereka pindah rumah ke Legenda Wisata. Tak betah menganggur, Riva pun berpikir mendirikan sekolah TK di ruko kompleks perumahan tersebut. “Eh, pengembangnya malah menantang saya, kenapa nggak sekalian bikin sekolah yang besar di lahan kompleks yang luas saja,” cerita Riva.
Singkat cerita, Riva dipercaya mendirikan sekolah TK dan SD di Legenda Wisata. Tak tanggung-tanggung, pengembang meminjaminya tanah seluas 2,3 ha. Tahun 2003, SGM mulai beroperasi dan langsung menerima murid TK hingga kelas 3 SD. “Saya juga bingung, mengapa mereka mau percaya saya. Saya juga tidak punya pengalaman mendirikan sekolah,” ujar dia.
Memang, pengalaman di bidang pendidikan tak dipunyainya. Tapi Riva sesungguhnya berasal dari keluarga yang juga berlatar belakang dunia pendidikan. Ayahnya adalah profesor di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Kini, keluarga besar mereka di Palembang adalah pemilik Universitas Bina Darma, Palembang. SGM, kata dia, benar-benar berdiri dengan modal nekad.
Bangunan sekolah dibangunnya secara bertahap dengan menggunakan uang tabungan sebesar Rp 5 miliar. Awal sekolah, SGM malah masih menggunakan ruko. “Tapi kami menjelaskan ke para orang tua murid, bahwa secara bertahap akan dibangun gedung di lahan 2,3 ha,” tutur dia.
Di tahun kedua, barulah ia berhasil mendapat pinjaman bank. “Awalnya, bank nggak mau kasih karena bisnis pendidikan di tahun pertama nggak mungkin bagus. Investasinya mahal sekali dan di tahun pertama kita pasti minus. Akhirnya saya agunkan aset universitas Bapak saya di Palembang,” ungkap lulusan Akuntansi, Universitas Sriwijaya itu.
Perlahan tapi pasti, SGM berdiri megah. Muridnya pun bertambah banyak. Hanya dalam waktu lima tahun, SGM sudah break event point (BEP). Tanah seluas 2,3 ha itu pun sudah lunas dibayarnya. Sebanyak 1.300 siswa dari tingkat TK, SD, SMP, dan, SMA, bersekolah di sini.
“Komitmen dan progres yang kami lakukan, mungkin itu yang membuat SGM sukses,” kata ibu dari Muhammad Ghulam Ghazali, Naufal Arif Muhammad, dan Rishad Rizky Muhammad.
Kualitas Global
Selain komitmen ia sebagai pengelola, apa lagi yang menjadi kekuatan SGM? Riva mengatakan, dia menerapkan standar internasional di sekolah ini. Kurikulumnya mengacu pada kurikulum Diknas yang dipadukan dengan kurikulum Cambridge, Inggris. Proses belajar mengajar dilakukan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
Tenaga pengajar di sini pun dipilih dari orang-orang lokal yang berkualitas. Tak hanya itu, guru di SGM harus memiliki karakter dan passion kuat untuk mengajar. Setiap tahun, para guru mendapat pelatihan dan beragam seminar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan attitude mereka.
“Itu nggak berhenti kami lakukan. Hasilnya, murid-murid kami di sini tidka hanya pintar secara akademik, mereka juga punya karakter dan empati tinggi,” kata Riva yang juga menerima siswa berkebutuhan khusus, seperti autis.
Riva punya misi, dengan pendidikan berkualitas ia bisa menghasilkan generasi hebat berkualitas global. “Sebenarnya, ini obsesi saya. Saya lihat banyak sekolah internasional sangat mahal yang hanya terjangkau oleh sebagian orang. Saya bertekad bikin sekolah internasional dengan kualitas lebih hebat, tetapi jauh lebih murah,” tekad Riva.
Dari SGM Legenda Wisata, bisnis pendidikan Riva terus berkembang. Pada 2009, Pengembang Garden City, Cakung, Jakarta Timur, menawarkan Riva untuk mendirikan SGM di sana. Tahun 2010, SGM Garden City mulai menerima siswa. “Model bisnis yang saya lakukan adalah beli lahan dan bangun di sana. Kami saling mempromosikan, karena pembeli juga tak akan mau beli rumah kalau di kawasannya tidak ada sekolah,” ujar dia.
Berikutnya, Riva bersiap-siap membuka SGM di kawasan Serpong. “Saatini, cukup tiga sekolah di tiga provinsi yang berdekatan saja,” tandas dia. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!