DONY INDRAWAN,
Memetik Pelajaran dari Bulutangkis
Oleh Nurjoni | Jumat, 27 Januari 2012 | 14:17
DONY INDRAWAN, Manager Corporate Communication PT Chevron Pacific Indonesia. Foto: dok.pribadi Terhitung sejak November 2011, Dony Indrawan menempati posisi sebagai manager corporate communication PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Bagi pencinta olahraga bulutangkis ini, dunia komunikasi atau kehumasan yang sekarang dipegangnya adalah bidang pekerjaan yang baru.
Sejak bergabung dengan CPI pada 1998, ia tak lepas dari bidang human resources (HR) di perusahaan migas asal Amerika Serikat itu. Namun, semua itu bisa dijalaninya, salah satunya berkat nilainilai yang dia peroleh dari sebuah permainan bulutangkis.
Bagi Dony, bulutangkis tidak sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran. Ada nilai pelajaran yang bisa dipetik dari permainan ini, yakni mengajarkan untuk terus bekerja keras, mengembangkan sikap toleran, membangun teamwork, dan penyesuaian diri.
“Walaupun itu bukan kompetisi, tapi karena bicara angka-angka yang harus kita kejar, ada keinginan bahwa kita harus dapat angka dan menang. Di situ juga ada sikap toleran terhadap teman yang mungkin mainnya tidak sebagus kita,” katanya kepada Investor Daily di Jakarta, kemarin.
Pria kelahiran Tasikmalaya ini biasa bermain bulutangkis (badminton) tiga kali seminggu di lapangan PBSI, Senayan. “Saya biasa main badminton sejak bertugas di Rumbai, Pekanbaru, dari mulai mukul tidak kena shuttle cock hingga bisa bermain. Saya juga lakukan olahraga badminton ketika ditugaskan di Houston dari awal 2005 sampai akhir 2008,” katanya.
Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, ia memang menerapkan pola hidup sehat dan rajin olahraga. “Satu-satunya yang membuat fit adalah tidur yang cukup, makan yang sesuai, dan olahraga. Saya sangat percaya dengan resep sederhana ini,” katanya.
Apa yang diyakini itu sejalan dengan nilai-nilai (value) yang dianut Chevron, yakni work-life ballance atau ada keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Dalam bulutangkis, Dony tak biasa menjadi pemain tunggal (single). Kalau bermain single, ia cenderung ketinggalan angka jauh sekali dari lawannya. Tapi ketika double, ia bisa sangat cepat memenangi pertandingan.
Dari sini, ia mendapat pelajaran bagaimana membangun teamwork yang kuat. Ia ingin memastikan mendapatkan kerja sama dan suppor t dari keenam anggota timnya di kehumasan untuk berhasil cepat. Dari permainan bulutangkis, ia belajar pula tentang bagaimana bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
“Value-nya sama. Ketika diberi penugasan di bidang yang baru ini (kehumasan), saya lebih mudah menyesuaikan diri dengan anggota yang baru. Karena saya pikir semua orang membawa hal-hal yang baik, potensi yang baik, tinggal bagaimana kita kemudian memberikan linknya sehingga kita bisa cocok dengan mereka,” ucapnya.
Suhu Rekrutmen
Dony mengungkapkan, selama berdinas di bagian HR, dia mengurusi rekrutmen sebagai staf sampai menjadi pimpinan tim rekrutmen sekembalinya dari Amerika Serikat. “Tak heran, beberapa orang menyebut saya sebagai ‘suhu’ rekrutmen,” kata Dony.
Ketika ditugaskan di Houston, Amerika Serikat, Dony menjadi staf internasional yang mengurusi training program bagi karyawan Chevron dari seluruh dunia. Selesai memimpin tim rekrutmen, ia diminta memimpin tim yang mengurusi expatriate and formalities hingga akhirnya memegang posisi sekarang ini. Memang, dua bidang pekerjaan itu punya perbedaan. Human resources lebih banyak urusan internalnya.
Sebaliknya, bidang komunikasi lebih banyak berhubungan dengan dunia luar, jenis aktivitasnya juga banyak dan bervariasi. Namun, di saat yang sama Dony melihat banyak hal yang sebenarnya sudah dijadikan landasan baginya untuk bergerak di fungsi komunikasi, misalnya kemampuannya berkomunikasi secara personal dan kemampuan menuliskan kebijakan perusahaan.
“Walau sekarang bentuknya agak lain, yakni dalam bentuk statement, press release, speech eksekutif, tapi pada dasarnya semuanya berbicara mengenai hal yang prinsipnya hampir sama,” ujar alumni Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!