PARIKESIT SUPRAPTO
Jatuh Cinta pada Sepeda
Oleh Agustiyanti | Kamis, 26 Juli 2012 | 14:14
PARIKESIT SUPRAPTO, Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN. Foto: dok. pribadi Sepeda bagi sebagian besar orang hanyalah sebuah alat transportasi. Namun, tidak demikian, dengan Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto.
Di matanya, sepeda merupakan barang seni. Karena itu, dia pun mengoleksi aneka jenis sepeda, hingga dalam bentuk miniatur.
Dimulai sejak tahun 2000 awal, Parikesit yang menjabat sebagai staf ahli bidang usaha kecil yang mengelola Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN mulai jatuh cinta dan mengoleksi sepeda. Namun, bukan sepeda biasa yang dikoleksi oleh Parikesit, melainkan sepeda ontel dan miniatur sepeda.
“Ketika jadi staf ahli dan mengelola PKBL, saya menemukan disitu ada contoh miniatur sepeda dari UKM yang persis sekali dengan aslinya. Sejak itu saya jadi suka mengumpulkan miniatur setiap model sepeda,” ujar Parikesit kepada Investor Daily, pekan ini.
Saat ini, menurut Parikesit total koleksinya sudah mencapai lebih dari 100 miniatur sepeda. Namun, berbeda dengan kolektor-kolektor yang suka menyimpan barang koleksi pribadinya di rumah. Parikesit lebih suka memajang dan menyimpan barang koleksinya di kantor.
“Semuanya disimpan di kantor, nggak di rumah. Karena kalau di rumah jadi berdebu nanti. Tapi nanti kalau sudah pensiun, diangkut ke rumah, tapi belum tahu cukup nggak ruangan di rumah,” celotehnya.
Dari sekian banyak koleksinya tersebut, Parikesit mengaku tidak semua koleksinya memiliki model yang berbeda. “Tidak semuanya beda modelnya, ada yang sama juga. Itu saya simpan di boks. Kadang kalau ada tamu dari luar negeri, mereka suka tertarik dan suka saya kasih untuk cenderamata,” ungkap dia.
Koleksi tersebut pun, menurut dia, diperoleh dari dalam maupun luar negeri. “Banyak teman yang misalnya lagi jalan ke luar kota atau luar negeri menemukan miniatur sepeda yang unik, di foto kemudian ditawarkan ke saya, jadi dibelikan dulu nanti uangnya diganti kemudian,” terang dia.
Selain mengoleksi sepeda dalam bentuk miniatur, Parikesit juga mengkoleksi sejumlah sepeda ontel. Namun, hingga kini dia mengaku belum pernah mencoba mengendarai sepeda tersebut dan hanya memajangnya di kantornya. ”Belum pernah dipakai (sepeda ontel). Nanti kalau sudah pensiun mungkin akan saya coba gunakan,” ungkap dia.
Selain hobi mengoleksi miniatur sepeda dan sepeda ontel, Parikesit juga memiliki hobi lain yakni melakukan traveling dengan keluarga. Namun, berbeda dengan keluarga lain yang suka melakukan traveling ke pantai atau pegunungan, Parikesit bersama keluarganya lebih suka melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang berbau budaya dan adat.
”Saya suka ke tempat yang unik. Anak-anak saya juga, suka ke tempattempat yang unik, seperti candi dan tempat yang masih sangat tradisional,” ungkap dia.
Salah satu tempat yang paling berkesan, menurut dia, adalah Toraja. Kendati sudah mengunjungi Toraja hingga dua kali, Parikesit mengaku masih ingin mengunjungi tempat tersebut. Sayangnya, Toraja tidak mudah untuk dijangkau.
”Satu tempat yang ingin saya kunjungi adalah Irian Jaya, saya lebih ingin melihat Suku Asmat. Tapi kabarnya itu agak susah dijangkau,” tambah dia. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!