BUDI SANTOSO LIMAN
Hobi Koleksi Mainan Berbuah Bisnis Kafe
Oleh Mardiana Makmun | Rabu, 20 Juni 2012 | 11:51
BUDI SANTOSO LIMAN, Direktur Liman Advertising. Foto: Investor Daily/MARDIANA MAKMUN Karakter-karakter di film menarik perhatian Budi Santoso Liman. Ia pun mengoleksi karakter tersebut dalam bentuk mainan hingga terinspirasi mendirikan kafe yang dihiasi beragam mainan.
Tiga predator itu berwajah seram. Tapi dinding kaca mengurungnya hingga tak bisa ke mana- mana. Di bawahnya berderet boneka-boneka dari berbagai karakter. Semua boneka itu tertata manis di dinding Toys Café di bilangan Ruko Moskow, Gading Mas Serpong, Banten.
Di sebelah depan menghadap ke luar kafe, berdiri Batman, Yoda, dan Joker. Sedangkan di atas langit-langit kafe, melayang boneka Gundam. “Itu sebagian koleksi boneka saya. Lainnya saya pajang di rumah,” ungkap Budi Santoso Liman kepada Investor Daily di Serpong, Banten, baru-baru ini.
Boneka-boneka itu mulai dikoleksinya sejak 1995, seiring kesenangannya menonton film dan membaca komiknya. “Dari situ, akhirnya otomatis saya jadi senang figur-figur tokoh di filmnya,” ujar Budi.
Dari satu koleksi, kini jumlah koleksinya mencapai ribuan. Hebatnya, Budi sendiri yang membersihkannya. “Semua saya sendiri yang bersihkan dan nggak cukup satu hari bersihkannya. Kalau orang lain yang bersihkan, saya takut rusak,” kata Budi yang sayang kepada semua koleksinya, terutama boneka-boneka Marvels, Disney, dan anime Jepang.
Sebulan sekali, boneka-boneka itu ia bersihkan dari debu-debu yang melekat, cukup hanya menggunakan kuas. Kalau ada noda yang melekat, dilap pelan-pelan satu per satu. Investasi
Kalau ada orang yang menilai apa yang dilakukan Budi adalah sebuah pemborosan, ia tertawa saja. Memang, harga sebuah boneka, walaupun ukurannya kecil, bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Boneka Yoda misalnya, ia pesan dari Amerika Serikat via internet dengan harga Rp 30 juta. Batman dibeli di Jerman seharga Rp 60 juta dan lain-lain.
Namun ini koleksi bukan sekadar koleksi, boneka-boneka ini memiliki nilai investasi yang bergerak terus. Apalagi di dunia, boneka-boneka itu diproduksi dalam jumlah terbatas. Yoda hanya diproduksi 500 buah. Batman jumlahnya hanya 100 buah sehingga tak heran nilainya meningkat terus dan kini harganya ditaksir menjadi Rp 1,9 miliar. Gundam hanya diproduksi 200 buah.
Budi membeli seharga Rp 45 juta dan nilainya kini melambung menjadi 1 juta yen. Iron Man dibeli Budi seharga Rp 1,3 juta dan kini harganya melompat ke Rp 8 juta. Joker diproduksi 750 buah. “Karena diproduksi terbatas, ada saja yang nyari sehingga nilainya terus bertambah,” kata Budi yang kerap menolong memesankan boneka bagi para pelanggan kafenya.
Sejauh ini, Budi belum berniat menjual koleksi terbatas bonekanya. “Kalau boneka yang kecil-kecil nantinya akan saya jual kalau ada pelanggan kafe yang berminat,” ujar lelaki asal Surabaya itu.
Hingga kini, Budi masih terus berburu boneka, baik lewat internet, maupun mencari informasi dari Komunitas Aktor Figur Indonesia (KAFI). “Obsesi saya adalah punya pesawat Startrek. Dulu ada di Mal Taman Anggrek, sayangnya sudah dibeli orang. Malamnya saya sampai nggak bisa tidur mikirin pesawat itu,” kenang dia.
Main di Kafe
Begitu cintanya Budi pada mainan, ia pun akhirnya memadukan kesenangan itu dengan bisnis kafe. Prinsipnya, orang yang datang ke kafenya harus bisa merasakan fun dining. “Makan dan minum bisa sambil bermain di sini,” papar Budi yang menyediakan beragam menu, mulai Indonesia, Mandarin, hingga menu internasional.
Memang, koleksi boneka-bonekanya tidak boleh dimainkan, hanya sebagai display, tetapi Budi menyediakan beragam mainan lainnya, seperti Play Station 3, X Box Kineet, Nintendo Wii, dan Imported Board Games, seperti Uno Stacko, Monopoly Revolution, Taz Mania, Doraemon Pop Up Game, dan puluhan mainan lainnya.
Semua mainan itu ia sediakan gratis bagi tamu kafenya. “Ada kepuasan sendiri melihat tamu di sini senang dengan mainan yang ada, seperti di rumah mereka sendiri,” tandas Budi. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!