NANING S ADININGSIH ADIWOSO,
Cinta Tanaman dan Traveling
Oleh Ely Rahmawati | Jumat, 10 Februari 2012 | 13:20
NANING S ADININGSIH ADIWOSO, Chairperson GBCI. Foto: TheJakartaGlobe Di kalangan dunia properti, nama Naning S Adiningsih Adiwoso cukup dikenal. Chairperson Konsil Bangunan Hijau Indonesia (Green Building Council Indonesia/GBCI) ini semakin familiar di tengah gencarnya sertifikasi ramah lingkungan bagi gedung dan bangunan di Jakarta. Semuanya berawal dari kecintaannya terhadap tanaman dan traveling.
“Saya sangat menyukai aktivitas di luar ruangan. Mulai dari traveling bersama teman- teman, sosialisasi green building, hingga menanam dan merawat tumbuhan di rumah,” papar Naning kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Naning, tanaman bisa melambangkan kemakmuran, keindahan dan menenangkan secara psikologis. “Itulah sebabnya saya sangat concern dengan kelestarian alam dan penghematan energi. Bersama teman-teman di GBCI, kami mencoba mengedukasi pentingnya penerapan green building,” ungkap dia.
Naning mengaku, inspirasi konsep dan penerapan bangunan hijau adalah salah satu hasil traveling-nya ke berbagai negara. “Selain menikmati nuansa yang berbeda, banyak pengetahuan baru yang didapatkan selama perjalanan. Kami melihat bagaimana bentuk kota yang hijau hingga membeli oleh-oleh khas suatu negara,” ujar dia.
Kiprah Naning di GBCI bermula pada 1992, berangkat dari keprihatinannya terhadap pemanasan global. Dalam benaknya, seharusnya pembangunan gedung yang masif di kota-kota besar diimbangi dengan penghijauan dan penghematan energi.
Pada 2008, Naning terlibat sebagai Initiator Core Founder Green Building Indonesia. Kepeduliannya terhadap global warming mendorongnya untuk terlibat secara aktif dalam organisasi tersebut. Sejak 2008 hingga sekarang Naning menjabat sebagai Chairperson Green Building Indonesia.
“Bersama dengan rekan-rekan yang memiliki ide sama, kami memulai pendirian GBCI sebagai lembaga nirlaba untuk memberikan sertifikasi bangunan hijau dan memberikan poin-poin yang sesuai. Tidak mudah, karena kultur dan musim di Indonesia berbeda dengan Negara lainnya,” tutur Naning.
Tekad bulat Naning memberikan hasil positif dengan sertifikasi hijau khas Indonesia bernama Greenship. Sejumlah pemilik gedung pun mendaftarkan bangunannya untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Gedung pertama peraih sertifikasi Platinum adalah Menara BCA di Grand Indonesia Jakarta.
Membagi Waktu
Di tengah kesibukannya, Naning mengaku tetap bisa membagi waktu dengan keluarga di rumah. “Saya orang yang easy going. Semua pekerjaan dilakukan dengan senang dan keluarga bisa memahami itu. Tidak ada kesulitan dalam membagi waktu,” ucap dia.
Meskipun demikian, Naning tetap memberikan jadwal khusus buat keluarga. Salah satu kegiatan favoritnya adalah jalan-jalan keluar negeri. “Kegiatan ini fleksibel. Bisa bersama keluarga atau teman-teman. Namun, keluarga pasti yang utama,” kata dia.
Naning memulai studi interior arsitektur di International Institute of Interior Design dan Environmental Design di Pratt Institute, New York, dan telah menjadi desainer di Washington DC pada 1973.
Naning kemudian menjadi pendiri ADI Associate (kemudian menjadi PT ADI atau Asri Desindo Intiwidya) dan mantan ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII). Melalui ADI, ia langsung mengenalkan warnawarni tidak umum saat menjadi bi-cultural consultant designer, untuk Citibank dan mobil Oil.
Pada 2001, dia mendirikan Indonesian Interior and Architectural Space (Inias) Resources Center. Pertimbangan utamanya adalah tuntutan regenerasi dalam menghadapi tantangan desainer di masa mendatang dalam era globalisasi. (*)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!