ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

NINA OPPUSUNGGU,

Berkelana dari Mal ke Mal
Oleh Euis Rita Hartati | Selasa, 14 Februari 2012 | 11:32

Berlatar belakang pendidikan di bidang teknik dan membidani lahirnya sebuah mal pada 1995, Nina Oppusunggu kemudian dipercaya untuk langsung menangani operasional mal tersebut. Itulah karier GM Mal Kalibata City Square ini terjun di dunia pusat belanja dan membuatnya jatuh cinta.

“Saya suka bekerja di mal. Iramanya sangat dinamis serta butuh kreativitas yang tinggi. Ini menjadi tantangan sendiri,” kata Nina kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Bagi Nina, bekerja di mal tidak dirasakan sebagai sebuah beban, bahkan dia sangat menikmatinya. Apalagi, Nina juga memang hobi belanja, begitu juga sang suami dan kedua anaknya. “Kami sekeluarga memang hobi ke mal. Selain belanja, biasanya saya juga sambil survei, melihat apa kelebihan dari mal yang saya kunjungi,” ujarnya.

Menurut Nina, dia memang menyiapkan waktu khusus untuk keluarga pada Sabtu dan Minggu. Jika pada hari itu ’terpaksa’ harus bekerja karena sebuah event, dia akan memboyong keluarganya turut serta. “Komitmen yang sama
Juga saya terapkan ke suami. Sabtu dan Minggu tidak boleh ada aktivitas lain, khusus untuk acara keluarga saja. Anak-anak hari Minggu juga saya bebaskan dari kegiatan les,” papar Nina.

Nina mengaku, kebiasaannya mengunjungi mal itu tidak hanya dilakukannya saat di Jakarta, bahkan jika ke luar kota, ataupun ke luar negeri. “Setiap saya ke luar negeri, yang pertama kali saya cari adalah mal. Saya ingin lihat, apa saja yang mereka tampilkan,” ujar wanita kelahiran 10 Mei 1970 ini.

Menurut pengamatan Nina, orang Asia memang punya kecenderungan hobi belanja di mal. Tak heran, pusat belanja pun tumbuh subur di berbagai negara Asia. “Masing-masing memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri,” katanya.

Selain hobi nge-mal, Nina mengaku orang yang sangat hobi menonton film, begitu juga sang suami. Hampir semua film terbaru sudah dia tonton. “Bahkan saya sering curi-curi waktu menonton sendiri ke bioskop,” ujarnya.

Namun, untuk jenis film, dia mengaku ada sedikit perbedaan dengan sang suami. “Suami saya itu senang film action yang lucu seperti film-film Jacky Chan. Buat saya, film itu tidak masuk akal. Jadi, saya kurang suka,” katanya.

Satu hal lagi perbedaan Nina dengan sang suami. Menurut Nina, sang suami bisa menikmati film di DVD maupun di gedung bioskop, namun Nina hanya bisa menikmati film di gedung bioskop. “Buat saya, menonton film itu ya harus di bioskop. Selain suaranya lebih bagus, soul-nya dapat karena kita konsentrasi menonton,” katanya.

Dari Arsitek ke Mal
Nina mengaku tak menyangka bakal berkarier di dunia pusat belanja. Setelah lulus dari Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994, dia langsung dipercaya menjadi Site Architect pada Project Management PT Summarecon Agung Tbk/PT Procon Indah JLW, yang saat itu tengah membangun Mal Kelapa Gading 3.

Setelah dua tahun dan mal sudah terbangun, pihak manajemen justru memintanya menjadi tenant relation & fit-out coordinator di mal yang baru berdiri tersebut. “Alasannya simpel, karena saya yang dianggap mengerti tentang bangunan mal itu, jadi saya diminta meneruskan,” ujarnya. Lambat laun kariernya menanjak menjadi tenant fit-out manager.

Setelah berkarier selama 10 tahun, Nina memutuskan pindah dari Mal Kelapa Gading dan memilih Mal Artha Gading yang berada di bawah bendera PT Swadaya Panduartha. Di sini dia menjabat sebagai marketing & business development division head, hingga 2009.

Tak puas di sana, dia pun pindah lagi ke Mal Cinere yang dibangun oleh PT Megapolitan Development, sebagai general manager. Hanya bertahan satu tahun, Nina pun memutuskan hijrah lagi. Kali ini yang dipilihnya adalah Mal Kalibata City Square, yang dibangun oleh PT Pradani Sukses Abadi, sejak 2010 hingga sekarang.

“Bisa dikatakan, saya ikut membidani Mal Kalibata City Square ini dari nol, hingga sekarang. Syukurlah dalam hitungan bulan beroperasi, sudah banyak masyarakat yang mengenal Mal Kalibata ini, bukan hanya tenant apartemen Kalibata,” katanya.

Nina yang dibantu sekitar 200 orang staf, termasuk outsourcing kini bahu membahu untuk membuat mal Kalibata ini menjadi tempat tujuan belanja maupun aktivitas lainnya. Berbagai fasilitas dan prasarana mulai melengkapi mal ini. Yang terbaru adalah Kios+ Square, seluas 2.500 m2 yang diisi oleh sekitar 300 tenant. Selain itu, berbagai kegiatan menarik sudah digelar mal Kalibata.

“Tugas kami adalah mendatangkan crowd, dengan harapan mereka akhirnya berbelanja di tenant-tenant kami. Target kami, pada 2012 traffic pengunjung akan menjadi 20.000 orang,” katanya. (*)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Data tidak tersedia.
Close