ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Prospek Industri Otomotif 2011
Oleh Rino Bernando | Rabu, 23 Maret 2011 | 13:58


Sektor otomotif memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Saat krisis global melanda pada 2008-2009, industri otomotif dan komponennya tumbuh positif di saat beberapa industri manufaktur melambat.

Sejak semester II 2009 industri otomotif nasional mulai bergairah setelah terkena dampak krisis ekonomi global tahun 2008 yang membuat penjualan tahun 2009 turun 20%. Penjualan otomotif tahun 2010 dapat dipastikan akan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sampai dengan Oktober 2010 saja, penjualan mobil telah mencapai 625 ribu unit, melewati rekor sebelumnya di tahun 2008 yang mencapai 603 ribu unit.

Penjualan mobil di Indonesia didominasi oleh mobil-mobil penumpang. Sekitar 75% penjualan mobil di Indonesia merupakan penjualan mobil penumpang dan sisanya merupakan mobil-mobil komersial. Penjualan mobil di Indonesia didominasi oleh segmen multi purpose vehicle (MPV). Berdasarkan merek, Toyota merupakan market leader dengan menguasai 37,9% pasar mobil, diikuti Daihatsu dan Mitsibushi, masing-masing menguasai 14,7% dan 14,1% pasar mobil.

Walaupun pasar otomotif di Indonesia tumbuh cukup tinggi, pertumbuhannya masih relatif kecil dibandingkan dengan pasar otomotif dunia. Tiongkok merupakan pasar otomotif terbesar di dunia dengan penjualan mencapai 13,6 juta unit pada tahun 2009, lebih tinggi dari Amerika Serikat yang mencapai 10,6 juta unit.

Di kawasan ASEAN, Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif terbesar bersama dengan Thailand dan Malaysia. Tahun 2008, Indonesia menguasai 28% dari total penjualan mobil di ASEAN, di bawah Thailand yang menguasai 29%. Namun, pada 2009 pangsa pasar mobil Indonesia di ASEAN sempat turun menjadi 25% akibat krisis global.

Tahun ini diperkirakan pangsa pasar penjualan mobil di indonesia membaik, hampir menyamai Thailand. Sampai dengan September tahun ini, Indonesia dan Thailand masing-masing menguasai sekitar 30% pangsa pasar mobil di ASEAN, lebih tinggi dari pangsa pasar Malaysia sebesar 24,9%.

Basis produksi mobil di ASEAN juga dikuasai oleh Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Sebagai basis produksi utama, Thailand memiliki pangsa produksi terbesar di ASEAN diikuti Indonesia dan Malaysia. Sampai dengan September 2010, pangsa produksi Thailand sudah mencapai 52%, sementara Indonesia dan Malaysia masing-masing menguasai 22% dan 19% dari total produksi mobil di ASEAN.

Investasi US$ 231 Juta
Selama 2005-2009, investasi di sektor otomotif telah mencapai Rp 6 triliun. Ke depannya, sektor ini masih menarik minat para produsen otomotif untuk ekspansi dan investasi. Dalam dua tahun ke depan, beberapa produsen otomotif di antaranya PT Hino Motor Manufacturing, PT Garuda Mataram Motor (ATPM Volkswagen), PT Astra Daihatsu Motor, dan PT Geely Mobil Indonesia, akan meningkatkan kapasitas produksinya. Investasi yang dibutuhkan untuk ekspansi tersebut diperkirakan mencapai US$ 231 juta.

Meningkatnya kapasitas produksi otomotif tersebut didukung oleh pertumbuhan pasar domestik, membaiknya daya beli masyarakat, serta suku bunga yang masih stabil. Namun, inflasi 2011 diperkirakan lebih tinggi dari tahun ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

Inflasi dan suku bunga merupakan faktor yang relatif paling sensitif terhadap penjualan otomotif karena pengaruhnya terhadap daya beli dan permintaan masyarakat. Jika melihat dari dukungan pembiayaan, industri otomotif sangat didukung oleh tumbuhnya industri pembiayaan (multifinance). Dukungan industri multifinance sangat lah penting mengingat 80% dari pembelian otomotif dilakukan melalui jasa multifinance.

Sampai dengan kuartal III 2010, pembiayaan yang dilakukan perusahaan pembiayaan telah mencapai Rp 177,7 triliun atau meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Sekitar 90% pembiayaan konsumen yang dilakukan oleh perusahaan multifinance merupakan pembiayaan otomotif.

Suku bunga yang ditawarkan perusahaan multifinance pun masih relatif rendah. Ke depannya diperkirakan suku bunga multifinance masih cukup stabil seiring dengan perkiraan kenaikan BI rate yang tidak terlalu besar serta likuiditas yang masih memadai. Selain itu, penundaan penerapan pembatasan BBM bersubsidi juga turut mendukung prospek penjualan mobil yang diperkirakan menembus angka 800 ribu unit pada 2011.

Basis Produksi Otomotif
Faktor yang diperkirakan sedikit mengganggu pertumbuhan penjulan otomotif tahun 2011 adalah pajak dan pungutan di sektor otomotif. Bea balik nama untuk penyerahan pertama yang ditetapkan maksimal 20% mulai tahun 2011 akan berdampak langsung pada penjualan mobil baru. Besaran bea balik nama ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah (Pemda).

Mengingat pajak dan pungutan kendaraan bermotor memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap pendapatan daerah maka ke depannya akan ada kompetisi masing-masing daerah atas tarif bea balik nama karena setiap daerah tentunya tidak menginginkan adanya penurunan pendapatan akibat perpindahan lokasi pembelian ke daerah.

Di sisi lain, seyogyanya berbagai aturan dan regulasi di sektor otomotif tersebut diiringi pula oleh pengembangan infrastruktur, terutama jalan dan manajemen lalu lintas yang lebih baik. Jika ingin menjadikan Indonesia sebagai basis otomotif di kawasan regional, selain menyediakan iklim investasi yang kondusif perlu pula membenahi masalah struktural.

Apabila Indonesia menjadi tujuan investasi dan basis produksi otomotif, hal itu tentu akan mendorong pertumbuhan industri-industri ikutannya seperti industri-industri komponen, suku cadang, perakitan. Saat ini ratusan perusahaan komponen lokal sudah menjadi pemasok bagi pabrikan-pabrikan besar seperti Toyota dan Daihatsu. Lokalisasi produk otomotif harus lebih ditingkatkan lagi.

Saat ini, local content secara umum telah mencapai sekitar 70%. Local content akan dapat ditingkatkan jika skala ekonomi produk-produk otomotif meningkat. Untuk itu, diperlukan perluasan basis pasar otomotif, baik domestik maupun ekspor.

Penulis adalah analis Bank Mandiri, Jakarta


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!