ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Mengapa Pajak Mudah Dikorupsi?
Oleh Effnu Subiyanto | Senin, 6 Agustus 2012 | 7:11

Meski kinerja dan kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering menjadi sorotan karena hanya mampu membongkar kasus-kasus korupsi remeh-temeh, aksi institusi hukum yang satu ini justru kini benar-benar menjadi mimpi buruk bagi instansi pajak.

Aksi KPK terbaru adalah menangkap basah Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Bogor Anggrah Surya (AS) dengan tersangka penyuap Endang Dyah Lestari dari PT GEA, perusahaan tambang batubara. Dari hasil pemufakatan jahat untuk manipulasi pajak ini, KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 300 juta.

Aksi gelap mata AS ini tergolong nekat karena beberapa waktu sebelumnya, seorang pejabat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta juga tertangkap basah oleh KPK bersama petugas Kementerian Keuangan di bandara tersebut. KPK berhasil mengamankan barang bukti Rp 150 juta dari upaya pat gulipat penyelesaian customs clearance yang melibatkan WNA berkebangsaan Amerika Serikat itu.

Sebelumnya, awal Juni lalu, KPK juga berhasil menangkap basah pejabat pajak KPP Sidoarjo, Jawa Timur, Tommy Hindratno, di sebuah rumah makan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dengan barang bukti sogokan uang Rp 285 juta. Pascatertangkapnya Gayus Tambunan, Dhana Widyatmika, Tommy Hindratno, dan terakhir Anggrah Surya, maka semakin lengkaplah profil korupsi di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI itu. Lalu, mengapa pajak selalu mudah dikorupsi dan dipermainkan oleh jajarannya sendiri?

Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close