Wapres Dukung Pengembangan Yayasan Frans Seda
Kamis, 23 Februari 2012 | 11:42
Wapres Boediono. FOTO: ANTARA/HO/Setpres-Haryanto JAKARTA - Wakil Presiden Boediono menyatakan mendukung pengembangan Yayasan Frans Seda yang berada di Universitas Tilburg, Belanda.
"Pak Boediono mendukung," kata Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Lanny Pandjaitan seusai diterima Wapres di Jakarta, Kamis, bersama dengan perwakilan dari Tilburg dan Pendiri Yayasan Frans Seda Dolf Huijgers.
Lanny mengatakan, tujuan mereka bertemu dengan Wapres untuk memberikan informasi mengenai pengembangan Yayasan Frans Seda di Universitas Tilburg, Belanda. Selain itu, juga ingin mengetahui pandangan Wapres Boediono mengenai pemikiran Frans Seda.
Frans Seda, menurut Lanny, telah memberikan pikiran-pikirannya tentang keadilan sosial dalam membangun negara ini. Frans Seda juga memikirkan pendidikan generasi muda dengan mendirikan Univeristas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya.
Unika Atma Jaya, menurut Lanny, ke depan akan bekerjasama dengan Universitas Tilburg, Belanda, untuk mengembangkan Yayasan Frans Seda. "Yayasan ini bertujuan untuk memberi kontribusi kepada memori pak Fran Seda khususnya dibidang keadilan sosial dan generasi muda," katanya.
Franciscus Xaverius Seda atau lebih dikenal Frans Seda dilahirkan di Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926. Frans Seda belajar di Kolese Xaverius Muntilan dan HBS (Hollandsche Burgerschool) di Surabaya. Sedangkan gelar sarjana ekonomi diraih dari Katolieke Economische Hogeschool, Tilburg, Nederland (1956).
Frans Seda pernah menduduki jabatan menteri pertanian pada Februari-Juli 1966. Kemudian menjabat menteri keuangan pada 1966-1968 dan menteri perhubungan pada 1968-1973. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Rasa Aman Terkesan Makin ‘Mahal’
Akhirnya, 45 Korban Sukhoi Teridentifikasi
DVI Izinkan Keluarga Lihat Jenazah pada Selasa
Dialog Otentik Butuh Keheningan dan Kata
Selasa, Keluarga Boleh Lihat Korban Sukhoi
Pelajar Harus Cintai Iptek Agar Indonesia Maju
Perguruan Tinggi Harus Berikan Pendidikan Karakter
Reformasi Birokrasi Terhambat Pola Pikir Birokrat