Wacana Kepala Daerah Disusulkan Sebagai Capres Menguat
Jumat, 22 Juni 2012 | 7:14
Sri Sultan HB X. Foto: ist
JAKARTA-Wacana kepala daerah yang berhasil memimpin daerahnya agar diberi kesempatan tampil sebagai calon presiden pada 2014 terus menguat.
"Cukup banyak kepala daerah yang berhasil memimpin daerahnya. Persoalannya apakah kepala daerah tersebut mendapat kesempatan dari parpol politik untuk mengusungnya sebagai calon presiden," kata Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakata, Kamis (21/6).
Menurut dia, perlu kedewasaan partai politik untuk menjaring kepala daerah yang berhasil baik melalui survei oleh lembaga survei independen maupun penjaringan melalui internal partai politik.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Denny Tewu, mengharapkan bursa calon presiden pada pemilu presiden 2014 tidak hanya menampilkan calon presiden dan calon wakil presiden daur ulang.
"Jika partai politik hanya menampilkan calon presiden yang itu-itu saja, sepertinya Indonesia tidak memiliki figur lain yang juga layak untuk diusung sebagai calon presiden," katanya.
Padahal, kata dia, cukup banyak kepala daerah yang berhasil memimpin daerahnya sehingga layak diberi kesempatan untuk tampil sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
Menurut dia, Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang memiliki pengalaman di pemerintahan.
"Kepala daerah yang berhasil, memiliki pengalaman tersebut," tegasnya.
Agar kepala daerah memiliki peluang untuk tampil sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, Denny mengusulkan agar persyaratan presidential treshold (PT) dalam pembahasan RUU Pilpres di DPR RI, bisa diturunkan pada besaran angka yang rendah.
"Dengan PT yang kecil, maka partai kecil dan menengah bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presidennya. Hal ini akan memberikan kesempatan kepada rakyat memiliki pilihan yang lebih banyak," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Denny menyebut nama beberapa nama kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya.
Mereka adalah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, dan Bupati Kutai Irsan Noor yang juga pimpinan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kejagung Jemput Paksa Tersangka Bioremediasi Chevron
Maharani Diajak Berhubungan Intim dengan Fathanah di Hotel
Enam Terpidana Mati akan Dieksekusi
76,67 Persen Pemilih Partai Demokrat akan Bermigrasi
Ahmad Fathanah Mengaku Memberikan Sumbangan pada PKS
Wapres: Hubungan Indonesia-Korsel akan Semakin Kuat
Mantan Napi Politik Boleh Mencalonkan Diri Jadi Bacaleg
Mentan Suswono Bantah Bahas Kuota Impor dengan Hilmi