ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Taufiq Kiemas Luncurkan Buku ‘Empat Pilar untuk Satu Indonesia’
Kamis, 23 Februari 2012 | 10:33

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif (kanan) saat peluncuran buku “Empat Pilar Untuk Satu Indonesia: Visi Kebangsaan dan Pluralisme Taufiq Kiemas" di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (22/2). Tampak Ketua MPR Taufiq Kiemas disalami Tokoh Golkar Akbar Tandjung, disaksikan sejumlah tokoh, antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimlie Assidiqie, Wakil Ketua MPR Meilani Leimena Suharli, Adnan Buyung Nasution, dan Megawati Soekarnoputri. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif (kanan) saat peluncuran buku “Empat Pilar Untuk Satu Indonesia: Visi Kebangsaan dan Pluralisme Taufiq Kiemas" di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (22/2). Tampak Ketua MPR Taufiq Kiemas disalami Tokoh Golkar Akbar Tandjung, disaksikan sejumlah tokoh, antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimlie Assidiqie, Wakil Ketua MPR Meilani Leimena Suharli, Adnan Buyung Nasution, dan Megawati Soekarnoputri. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA – Ketua MPR RI Taufiq Kiemas meluncurkan buku berjudul “Empat Pilar untuk Satu Indonesia: Visi Kebangsaan dan Pluralisme Taufiq Kiemas”. Dalam bukunya, Taufiq Kiemas mengungkapkan keyakinannya bahwa “empat pilar”, terutama Pancasila, merupakan rumusan cita-cita besar bangsa Indonesia.

“Pancasila adalah terjemahan dorongan hati manusia Indonesia kedalam dimensi sosial-politik. Dalam Pancasila, bangsa Indonesia melihat wajahnya sebagaimana ia mencita-citakannya,” kata Taufiq saat peluncuran bukunya di Kompleks Parlemen, Rabu, (22/2).

Acara peluncuran, yang dirangkai dengan diskusi buku tersebut oleh sejumlah narasumber–di antaranya Ketua Fraksi PDIP MPR RI Yasonna Laoly, pengamat politik Yudi Latief, dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj–dihadiri pula sejumlah tokoh, di antaranya mantan Presiden Megawati dan Ketua Dewan Penasihat Golkar Akbar Tandjung.

Taufiq berpendapat, Pancasila dapat pula berfungsi sebagai pedoman untuk melihat peristiwa sosial-politik, ekonomi, dan kebudayaan yang terjadi di tengah masyarakat dari berbagai dimensi.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close