ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Sidang Isbat Awal Ramadhan 19 atau 20 Juli
Senin, 2 Juli 2012 | 0:35

BENGKULU- Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah akan menetapkan awal bulan Ramadhan 1433 Hijriyah melalui sidang Isbat di Kementerian Agama pada 19 atau 20 Juli 2012.

"Dalam penetapan awal bulan suci Ramadhan ini, melihat seperti tahun sebelumnya, pemerintah akan melalui proses sidang Isbat," kata Menag di Bengkulu usai membuka acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-3 PPP Provinsi Bengkulu di Pondok Pesantren Rahudatul Ulum Jenggalu, Minggu.

Ia mengatakan, sidang Isbat untuk mendengarkan laporan dari berbagai tim yang ditugaskan bekerja di berbagai tempat untuk melakukan Rukhiyah melihat bulan secara langsung atau mengunakan alat teropong bintang.

"Kalau memang bulan terlihat maka kita tetapkan pada saat itu sebagai dimulainya bulan puasa. Itu berdasarkan ruhkiyah saya belum tahu kapan apakah tanggal 19 atau 20 Juli masih menunggu laporan tim dulu," katanya menjelaskan.

Menurutnya, sangat memungkinkan terjadinya penetapan awal bulan Ramadan yang berbeda karena ormas Islam, Muhammadiyah sejak jauh hari sudah memutuskan awal bulan Ramadan jatuh pada 20 Juli 2012.

Berdasarkan perhitungan badan hisab rukhyat Kemenag belum ada kepastian namun diperkirakan puasa akan dimulai pada 21 berdasarkan itjimak (konjugsi) yang terjadi pada 19 Juli pada pukul 11.25 WIB dengan posisi hilal sekitar 1,31 derajat.

Karena hilal di bawah dua derajat, maka sulit dilakukan melalui rukhyat, sehingga akan mengunakan standar istikmal atau mengunakan umur bulan syakban selama 30 hari.

Ditambahkannya, kalau pengertian rukhyat itu sendiri adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, atau penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya itjimak.

Apabila sudah yampak maka pada saat Maghrib waktu setempat telah memasuki bulan puasa. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!