ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

MASIH TERJEBAK DI JALAN,

Sejumlah Pemudik Khawatir tak Bisa Shalat Ied
Sabtu, 18 Agustus 2012 | 14:50

Calon penumpang kereta api ekonomi mengantre saat pemeriksaan tiket di pintu masuk Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (14/8). PT KAI telah menerapkan sistem “boarding” yang mewajibkan penumpang membawa KTP dan sesuai dengan nama yang tertera di tiket saat membeli, serta menerapkan sistem satu orang satu tempat duduk, agar penumpang aman dan nyaman saat menggunakan moda kereta api. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIUANO Calon penumpang kereta api ekonomi mengantre saat pemeriksaan tiket di pintu masuk Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (14/8). PT KAI telah menerapkan sistem “boarding” yang mewajibkan penumpang membawa KTP dan sesuai dengan nama yang tertera di tiket saat membeli, serta menerapkan sistem satu orang satu tempat duduk, agar penumpang aman dan nyaman saat menggunakan moda kereta api. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIUANO

JAKARTA - Sejumlah pemudik merasa khawatir tidak bisa melaksanakan sholat Ied pada hari Minggu pagi, karena pada hari Sabtu siang saja masih terjebak di tengah perjalanan.

"Ya mau bagaimana lagi," kata salah seorang pemudik tujuan Madura, Fajar (30), di Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu.

Menurut pria asli Madura itu, pulang kampung menjadi rutinitas tahunan baginya. Perjalanan ke Madura, menurut dia, pada musim mudik seperti saat ini bisa memakan waktu lebih dari 12 jam. Namun, dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

"Di jalan saja sudah lama, belum lagi bus-nya juga belum datang, pasti tambah lama," katanya.

Sementara itu, seorang pemudik lainnya, Nurjanah (31) mengaku terpaksa bersikap santai saat ditanya tentang situasi lalu lintas yang macet ini. Wanita asal Ciamis, Jawa Barat, itu rencananya akan mudik ke kampung halaman suaminya di Madiun, Jawa Tengah.

"Saya sudah beberapa kali mudik di malam takbiran. Jadi tidak begitu masalah, yang penting ketemu keluarga," katanya.

Meski kerap mudik di waktu yang mepet dengan Lebaran, Nur mengatakan hal itu tidak terjadi setiap tahun sehingga dia masih sering mengikuti sholat Ied bersama sanak saudara.

Pemudik lain, Edi Purwanto (30), mengatakan terpaksa harus melewatkan sholat Ied karena terlambat memesan tiket bus. "Antrian pemesanan tiket saat itu panjang sekali, akhirnya saya dan keluarga harus rela dapat tiket yang mepet Lebaran," katanya.

Dia mengaku sedih jika sholat Ied sampai harus rela dia lewatkan karena masih di tengah perjalanan. Kendati demikian, pria yang akan mudik ke Ngawi, Jawa Timur itu mengaku tetap senang bisa mudik dan bertemu saudara, tetangga dan teman di kampung halaman. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close